hut

Bawaslu Banyumas Temukan Indikasi ‘Money Politic’ di Hari Tenang

Editor: Koko Triarko

Koordinator Divisi Pengawasan, Humas dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Banyumas, Yon Daryono –Foto: Hermiana E. Effendi

PURWOKERTO – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Banyumas, menemukan indikasi politik uang pada H-1 menjelang pencoblosan. Temuan pada dua lokasi yang berbeda ini, diduga melibatkan caleg DPR RI maupun DPRD Banyumas.

Koordinator Divisi Pengawasan, Humas dan Hubungan antarlembaga Bawaslu Banyumas, Yon Daryono, mengatakan, dugaan money politic ini terjadi di wilayah Kelurahan Karangpucung, Kecamatan Purwokerto Selatan dan Desa Kelapa Sawit Kecamatan Purwojati. Bawaslu juga menyita barang bukti berupa amplop berisi uang Rp100.000 dan Rp250.000 serta kartu nama caleg.

Temuan tersebut berawal dari informasi masyarakat, kemudian Bawaslu beserta Panwascam setempat melakukan penelusuran dan investigasi, hingga ditemukan orang yang menerima amplop berisi uang dan kartu nama caleg berinisial S, caleg DPR RI dan R, caleg DPRD Banyumas dari salah satu partai besar.

“Setelah kita telusuri, penerima uang ini mengaku mendapatkan amplop dari AM, yang patut diduga merupakan utusan dari caleg S dan R. Kita masih dalami peran AM, apakah ia termasuk tim sukses atau bahkan pengurus partai. Sebab, selama ini AM dikenal aktif di partai tersebut,” kata Yon Daryono, Selasa (16/4/2019).

Untuk penanganan lebih lanjut, kasus tersebut dilimpahkan kepada Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu).

Disinggung tentang aturan yang membatasi, bahwa subjek hukum yang bisa dijerat untuk kasus money politic hanyalah yang termasuk dalam tiga kategori, yaitu pelaksana, tim kampanye dan peserta kampanye, Yon menegaskan, sepanjang ada  benang merah indikasi money politic dengan caleg tertentu, maka tetap bisa diproses. Dan, sebagai konsekuensinya, caleg bisa terancam gugur pencalonannya, sekali pun ia sudah terpilih.

“Dalam kasus ini, jika AM kemudian mengakui bahwa ia diperintah oleh caleg untuk membagikan uang dan kartu nama, maka ada benang merah dan bisa tetap diproses. Bawaslu mempunyai waktu 14 hari untuk penanganan kasus ini,” terangnya.

Selain temuan indikasi money politic tersebut, Bawaslu juga mendapat informasi tentang pengiriman uang dalam satu mobil penuh. Laporan tersebut dari masyarakat dalam bentuk video dan foto. Hingga Selasa petang, Bawaslu masih melakukan pengintaian untuk mendapatkan barang bukti.

“Ada satu lagi laporan yang masuk ke kita, berupa video berisi kejar-kejaran dengan mobil yang diduga berisi uang. Rutenya mulai dari Kelurahan Kober, Karangpucung sampai ke Dukuh waluh. Kita sempat menyanggongi di beberapa lokasi, antara lain di salah satu perumahan di Baturaden, tetapi belum mendapatkan bukti-bukti,” terang Yon Daryono.

Yon menyatakan, pihaknya sangat menyayangkan adanya upaya tindak money politic pada hari tenang ini. Karena tindakan tersebut jelas sangat menciderai pelaksanaan pemilu. Juga semakin menguatkan anggapan, bahwa Banyumas termasuk daerah rawan money politic.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com