Bawaslu Kota Probolinggo Dilapori Dugaan Politik Uang

327
Barang bukti yang dibawa pelapor terkait dugaan politik uang dan diamankan di Kantor Bawaslu Kota Probolinggo (Foto Ant)

PROBOLINGGO – Seorang warga bernama Sutanto, melaporkan dugaan politik uang yang dilakukan oleh keluarga salah satu Calon Legislator (Caleg).

Keluarga caleg tersebut, membagi-bagikan uang senilai Rp100 ribu hingga Rp200 ribu kepada warga, di kawasan perumahan Prasaja Mulya Kota Probolinggo, Jawa Timur. “Hari ini kami menerima laporan dugaan money politic yang dilakukan oleh salah satu caleg. Laporan warga sudah kami terima bersama barang buktinya,” kata Anggota Bawaslu Kota Probolinggo, Ilmiyah, Sabtu (13/4/2019) malam.

Kendati demikian, pihaknya belum memberikan register atas laporan warga yang bernama Sutanto tersebut. Pelapor belum menyerahkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), serta saksi-saksi, sebagai persyaratan kelengkapan pelaporan dugaan pelanggaran pemilu kepada Bawaslu.

“Barang buktinya berupa uang tunai, amplop, handphone terlapor, dan kartu nama salah satu caleg sudah diamankan di Bawaslu, namun kami masih melakukan kajian awal, apakah terpenuhi unsur materiil dan formilnya sebagai pelanggaran pemilu,” tuturnya.

Bawaslu Kota Probolinggo dipastikannya, akan melakukan kajian awal terhadap laporan tersebut. Kemudian akan melakukan investigasi, dan meminta keterangan pelapor, terlapor, serta saksi-saksi yang melihat kejadian dugaan bagi-bagi uang tersebut di kawasan Perumahan Prasaja Mulya.

“Selanjutnya akan dikaji secara mendalam dan diteruskan ke Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu), dan apabila terbukti, maka kasus politik uang tersebut termasuk dalam kategori pidana,” ucapnya.

Informasi yang dihimpun di lapangan, Sutanto, yang melaporkan politik uang salah satu caleg ke Bawaslu Kota Probolinggo tersebut dilaporkan balik oleh istri caleg yang bersangkutan ke Polsek Wonoasih. Sutanto dituduh melakukan perampasan, dan Sutanto disebut-sebut, sebagai salah satu caleg yang akan maju dalam Pemilu 2019.

Istri caleg terlapor, membantah melakukan politik uang, karena uang yang dibawa tersebut akan digunakan untuk belanja. Uang tersebut tidak ada di dalam amplop, serta menyayangkan tindakan perampasan telepon seluler miliknya. (Ant)

Lihat juga...