hut

Bawaslu Patroli, Awasi Potensi Anti Politik Uang

Antipolitik uang, ilustrasi - Dok: CDN

KENDARI – Memasuki masa tenang, Badan Pengawas Pemilu Kota Baubau, Sulawesi Tenggara mengintensifkan patroli anti politik uang.

Koordinator Divisi Pengawasan, Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Baubau, Yusran Elfargani, mengungkapkan, pengawasan dengan patroli anti politik uang dilakukan 1 x 24 jam. Kegiatannya dilakukan selama masa tenang di semua wilayah kelurahan. “Patroli ini melibatkan 112 orang, terdiri dari panitia pengawas kecamatan, pengawas kelurahan, dan juga staf Bawaslu,” ungkap Yusran, Senin (15/4/2019).

Dalam patroli tersebut, Bawaslu juga sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian, untuk melakukan penindakan apabila ada ditemukan praktek politik uang. Selain patroli, juga diberikan himbauan dengan spanduk yang dipasang di 25 masjid se- Kota Baubau. Spanduk berisi imbauan pencegahan politik uang, ditinjau dari perspektif agama.

Dalam melakukan pengawasan, Bawaslu juga telah menyusun indeks kerawanan Tempat Pemungutan Suara (TPS). Salah satunya memotret potensi terjadinya praktek politik uang. Apabila TPS berada dekat dengan tempat tinggal peserta pemilu, pelaksana kampanye, ataupun tim sukes dari peserta pemilu, maka di TPS tersebut, sangat berpotensi rawan terjadi praktek politik uang. “Jadi TPS yang memiliki indikator seperti itu, menjadi atensi kami juga untuk melakukan pengawasan,” ujarnya.

Sesuai Undang-Undang Pemilu, apabila ditemukan praktek politik uang di masa tenang kampanye ini, terancam dikenai sanksi pidana. Bukan hanya pemberi, tetapi juga penerima atau berlaku kepada setiap orang yang terlibat dalam praktek politik uang tersebut.

“Kalau kemarin di saat masa kampanye itu, sanksi dari politik uang hanya ditujukkan kepada peserta kampanye, pelaksana kampanye, dan tim sukses. Maka di masa tenang Pemilu ini pelaku dari politik uang itu diperluas lagi menjadi setiap orang,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...