Bencana tak Terelakkan Jika Gagal Kurangi Gas Rumah Kaca

174
Ilustrasi -Dok: CDN

LONDON – Puluhan ribu pemuda dan anak-anak turun ke jalan dan bundaran utama di seluruh Inggris pada Jumat (12/4), untuk memprotes kebijakan pemerintah dan mendesak dilakukannya tindakan, guna menanggulangi perubahan iklim.

Pemrotes berpawai melalui jalan paling sibuk di London dan Parliament Square, sambil membawa poster dan spanduk serta meneriakkan slogan pecinta lingkungan hidup.

Satu poster besar dengan tulisan “Green New Deal” dibawa oleh sekelompok ratusan pemuda yang sempat mengganggu lalu-lintas di bagian tengah Oxford Street.

Protes serupa juga diselenggarakan di kota besar lain di Inggris dan di berbagai negara lain, kata Kantor Berita Turki, Anadolu –yang dipantau di Jakarta, Sabtu (13/4/2019) pagi.

Pemrotes menuntut pemerintah mengumumkan “keadaan darurat iklim” dan pembaruan, guna menangani perubahan iklim sebagai prioritas pendidikan”.

Pawai itu dilaksanakan setelah laporan PBB, belum lama ini memperingatkan bahwa batas temperatur global naik sampai 1,5 derajat di atas tingkat pra-industri, di atas itu dampak iklim menjadi sangat parah.

Laporan itu meminta dilakukannya tindakan yang tak pernah dilakukan sebelumnya, termasuk pengurangan buangan karbon dioksida sampai hampir separuh dalam waktu 12 tahun.

PBB menggaris-bawahi di dalam laporannya pada Maret, bahwa prospek bencana tak terelakkan, jika semua negara gagal mengurangi buangan gas rumah kaca, yang memberi sumbangan pada pemanasan global.

Peningkatan jumlah bencana alam dan bahaya berkaitan dengan perubahan iklim merupakan “seruan kesadaran kuat lain” kepada dunia, yang harus bertindak dengan menemukan penyelesaian yang berkesinambungan secepatnya, kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres saat peluncuran laporan itu.

Menurut Organisasi Meteorologi Dunai (WMO), awal 2019 telah menyaksikan temperatur musim dingin yang hangat di Eropa, cuaca dingin luar biasa di Amerika Utara, dan gelombang sangat panas di Australia.

“Hamparan es di Kutub Utara dan Selatan sekali lagi berada di bawah rata-rata,” kata WMO.

Organisasi tersebut juga memperkirakan, temperatur permukaan air laut jauh di atas rata-rata, yang diperkirakan akan mengakibatkan temperatur daratan di atas normal, terutama di daerah tropis, sepanjang Mei.

Lihat juga...