hut

Buka 21 Kotak Suara Tanpa Saksi, Anggota PPS Diamankan Bawaslu

Editor: Mahadeva

BANYUMAS – Dua nggota Pantia Pemungutan Suara (PPS) Desa Sidaboa, Kecamatan Patikraja, diamankan Bawaslu setempat.

Keduanya, diamankan karena membuka kotak suara tanpa diketahui saksi. Kemudian membawa pergi dokumen C1. Hingga Sabtu (20/4/2019), Ketua PPS Sidaboa, ED,dan anggota PPS, TR, masih menjalani pemeriksaan di kantor Bawaslu Banyumas.

Divisi Penindakan dan Pelanggaran Pemilu Bawaslu Banyumas,  Saleh Darmawan. (FOTO : Hermiana E. Effendi)

Divisi Penindakan dan Pelanggaran Pemilu Bawaslu Banyumas, Saleh Darmawan, mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan ada dua orang yang membuka 21 kotak suara di Balai Desa Notog. Kotak suara yang tersegel dengan kabel plastik tersebut digunting, lalu mereka mengambil amplop berisi dokumen hologram C1, yang juga dalam kondisi tersegel.

“Pembukaan kotak suara ini  tidak disaksikan saksi, baik dari Panwascam maupun saksi parpol, dan tidak disertai berita acara, jadi mereka langsung menggunting segel dan mengambil dokumen lalu pergi, ” terangnya.

Dari keterangan yang diperoleh, pembukaan kotak suara dan pengambilan dokumen tersebut, dimaksudkan untuk melakukan sinkroninasi perolehan hasil suara yang akan dimasukan ke aplikasi. Saat melakukan input dengan cara manual, selalu gagal. Input data tidak cocok, sehingga sistem berwarna merah. Karena itulah, keduanya berinisiatif ke balai desa untuk mengambil formulir C1.

Mendapat informasi tersebut, Bawaslu yang datang ke Balai Desa Notog bersama dengan Gakumdu dan Polres Banyumas, langsung mengamankan ke-21 kotak suara yang sudah dalam kondisi tidak tersegel.  Dari pengakuan anggota PPS, TR, dokumen C1 yang diambil belum sempat dibuka dan masih dalam kondisi tersegel. Sebab, selang beberapa menit Dia meninggalkan balai desa, ada anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang menghubunginya dan meminta untuk kembali ke balai desa.

Sesampai di balai desa, suasana sudah ramai dan keduanya langsung dimintai keterangan oleh polisi dan Bawaslu. “Sudah dilakukan olah TKP dan dipimpin langsung oleh Kapolres Banyumas,” kata Saleh.

Dari keterangan dua petugas PPS tersebut, inisiatif untuk mengambil dokumen di dalam kotak suara berawal dari percakapan di grup PPS pemilu Patikraja,  dimana ketua PPK memposting tulisan, bahwa untuk mempercepat proses rekap, bagi yang belum melakukan sinkronisasi, jika diperlukan diperbolehkan untuk datang ke balai desa dan membuka kotak suara.

Pernyataan ketua PPK tersebut kemudian dijadikan dasar oleh keduanya untuk membuka kotak suara yang sudah disegel. “Sebenarnya PPS itu tidak perlu melakukan sinkronisasi, karena proses di PPS hanya rekapitulasi suara. Bawaslu juga akan meminta keterangan dari ketua PPK Patikraja terkait kejadian ini, ” jelas Saleh.

Atas perbuatannya, dua PPS  ini terancam dijerat dengan pasal 354 jo pasal 353 Undang-Undang No.7/2018, tentang pemilu dan pasal 364 KUHP tentang pencurian. “Kita akan bahas dulu dengan Gakumdu, jika termasuk pidana umum, maka kasus akan ditangani Polres Banyumas dan jika termasuk kategori pidana pemilu, maka akan ditangani Gakumdu, ” pungkasnya.

Barang bukti yang diamankan Bawaslu yaitu satu mobil pick up yang digunakan dua anggota PPS untuk mengambil amplop C1, dua buah HP, sampul salinan C1 dan 21 kotak suara, serta gunting yang digunakan untuk membuka segel kotak suara.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com