hut

Bupati Purbalingga Minta Kader Kesehatan Lebih Aktif

Editor: Satmoko Budi Santoso

PURBAPLINGGA – Selama musim hujan, banyak muncul berbagai penyakit, antara lain Demam Berdarah Dengue (BDB). Para kader kesehatan yang ada di desa diimbau untuk lebih aktif dan responsif terhadap segala macam permasalahan lingkungan dan kesehatan.

Plt Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, mengatakan, kader kesehatan, sekalipun tingkat desa, merupakan duta pemerintah. Karena itu, sudah menjadi kewajibannya untuk mensosialisasikan program-program kesehatan pemerintah.

Saat ini yang sedang menjadi perhatian pemerintah adalah upaya pencegahan DBD serta penurunan Angka Kematian Ibu (AKI).

Plt Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi. Foto: Hermiana E. Effendi

“Dalam dua hal tersebut, yaitu pencegahan DBD dan penurunan AKI, saya berharap para kader kesehatan pro aktif dan responsif. Jika menemukan kasus di lapangan, segera berkoordinasi dengan pihak Puskesmas, supaya segera ditangani,” kata Plt Bupati Purbalingga yang biasa disapa Tiwi, Jumat (5/4/2019).

Lebih lanjut Tiwi menjelaskan, untuk mengoptimalkan di sisi pencegahan daripada pengobatan. Mulai dari pencegahan penyakit DBD, kader kesehatan diminta untuk rutin melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) mulai dari lingkungan sendiri, kemudian lingkungan sekitar.

Sementara itu, terkait kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang sudah dicanangkan pada 22 kecamatan di Kabupaten Purbalingga, Tiwi berharap agar seluruh Puskesmas mengadakan program monitoring dan evaluasi secara rutin. Hal ini perlu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pesan-pesan Germas dilaksanakan oleh masyarakat.

Kepala Puskesmas Bojongsari, Sujarwo, mengatakan, kasus DBD di Kecamatan Bojongsari terbilang cukup tinggi. Selama tiga bulan pertama di tahun ini, sudah ada 31 orang yang positif DBD. Padahal pada periode yang sama tahun sebelumnya, hanya ada 4 penderita.

Peningkatan kasus DBD ini diperkirakan karena curah hujan yang tinggi dan lama. Sehingga banyak muncul genangan-genangan air.

Upaya yang dilakukan Puskesmas bersama pihak kecamatan, yaitu melakukan PSN setiap satu minggu sekali. Setiap keluarga juga diharuskan ada satu kader, sehingga dibentuk Kader Cantik atau Kader Pencegah Perkembangbiakan Jentik.

Untuk kasus AKI, di wilayah Puskesmas Bojongsari terjadi penurunan, dari 2 kasus di 2017, menjadi 1 kasus di 2018. Sedangkan 2019 sampai maret belum ada kasus AKI. Upaya penurunan diantaranya dimulai pemeriksaan calon pengantin, pemeriksaan kehamilan dan lainnya.

“Kami juga melaksanakan program inovatif Jelita Amat (jemput dan layani ibu hamil dan balita agar selamat). Khususnya di 4 desa yakni Bumisari, Pekalongan, Banjaran dan Galuh yang jauh dari puskesmas,” pungkasnya.

 

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com