Bupati Sigi: UNBK di Daerah Terdampak Gempa Berjalan Lancar

Suasana UNBK. (Ant)

SIGI, SULTENG — Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di sejumlah wilayah terdampak gempa dan likuifaksi di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah berjalan lancar, kata Bupati Sigi, Mohammad Irwan Lapata.

“Hingga memasuki hari ketiga UNBK,semua berlangsung lancar, meski gempa dan likuifaksi yang terjadi pada 28 September 2018 banyak menimbulkan kerusakan, kerugian dan penderitaan bagi masyarakat di daerah itu,” katanya di Sigi, Kamis (4/4/2019).

Bupati Irwan mengatakan apa yang dikhawatirkan semula seperti gangguan listrik dan jaringan internet untuk kebutuhan pelaksanaan UNBK di Kabupaten Sigi tidak terjadi sehingga para siswa dapat mengikuti ujian dengan lancar.

Karena itu, Pemkab Sigi memberikan apresiasi kepada pihak PT PLN atas perhatiannya dalam menyediakan pasokan listrik untuk kebutuhan pelaksanaan UNBK tersebut.

Begitu pula halnya dengan PT Telkom yang sudah mempersiapkan sarana telekomunikasi dengan baik sehingga selama pelaksanaan UNBK hari pertama sampai hari ketiga yang sedang berlangsung ini, tidak ada gangguan internet dan ujian berjalan dengan baik.

Pemkab Sigi sangat berharap meski dilanda bencana alam, prosentase kelulusan bisa meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.

“Kita semua berharap anak-anak bisa lulus 100 persen,” harap bupati.

Namun demikian, kata dia, untuk lulus 100 persen tidaklah mudah, apalagi banyak siswa yang terdampak bencana.

Sejumlah siswa peserta UNBK di Kecamatan Sigibiromaru dan Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi mengatakan tetap semangat mengikuti ujian.

“Hari ini ujian mata pelajaran Bahasa Inggris,” kata Fandi, seorang siswa SMA Negeri Dolo, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi.

Mereka mengakui dari tiga mata pelajaran yang telah diujikan, paling sulit adalah matematika.

Sri, siswi SMA Negeri Sigibiromaru mengatakan, selama ujian, tidak ada gangguan baik komputer yang digunakan maupun jaringan listrik dan internet, semuanya dalam kondisi memadai.

Di Kabupaten Sigi berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Alam Daerah (BPBD) setempat menyebutkan sebanyak 114 unit sekolah, termasuk bangunan sekolah SMA mengalami kerusakan berat akibat gempa dan likuifaksi yang terjadi pada (28/9/2018).

Sebagian sekolah yang rusak tersebut sudah mulai dibangun kembali oleh pemerintah dan juga bantuan beberapa pihak yang peduli bencana alam. Demikian pula sekolah-sekolah di wilayah lain di Sulteng, termasuk Kota Palu dan Kabupaten Donggala. [Ant]

Lihat juga...