hut

Butuh Peran Sinergi Atasi Stunting di NTB

Editor: Koko Triarko

MATARAM – Dalam rangka memaksimalkan program penanganan masalah stunting di Provinsi Nusa Tenggara Barat, segenap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait diharapkan bisa membangun sinergisitas, baik terkait program penanganan maupun penganggaran.

“Kalau ingin penanganan stunting berhasil, semua harus bersinergi, jangan sampai jalan sendiri, harus berbagi tugas, bentuk intervensinya bagaimana,” kata Ketua PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati, di Mataram, Kamis (26/4/2019).

Ketua PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati/ Foto: Turmuzi

Dinas Kesehatan, misalnya bentuk intervensinya dengan melakukan revitalisasi posyandu, meningkatkan SDM kader posyandu, membantu ibu-ibu menjalani hidup sehat.

Memberikan makanan tambahan untuk peningkatan asupan gizi dan anak, dengan memanfaatkan berbagai potensi yang ada di lingkungan sekitar.

OPD lain seperti Dinas Kelautan dan Perikanan, bisa terus menggalakkan gerakan gemar makan ikan sebagai tambahan asupan gizi mencegah gizi buruk dan stunting.

“Termasuk menjalin kerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN), mendorong pendewasaan usia perkawinan dan mewujudkan keluarga berencana,” katanya.

Balai Pengawas Obat dan Makanan, lanjutnya, bisa mengambil bagian melakukan edukasi terkait obat dan makanan sehat, tidak mengandung zat berbahaya bagi kesehatan.

Dikatakan, selain penanganan masalah stunting, masalah kebersihan lingkungan juga menjadi perhatian, supaya masyarakat bisa mengolah sampah dengan baik, menjaga kebersihan dan menjalankan pola hidup sehat.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan NTB, Nurhandini Eka Dewi, mengatakan, jumlah kasus stunting di NTB mencapai 150.000 anak. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, sehingga tubuh anak terlalu pendek, tak sepadan usia.

Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah anak lahir, atau dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Namun, stunting baru nampak setelah anak berusia 2 tahun.

Stunting berdampak pada tingkat kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit, dan penurunan produktivitas.

Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar 2007, rata-rata tinggi badan anak yang lahir di NTB minus satu standar deviasi (SD), yang dalam kartu menuju sehat (KMS) masuk kategori kuning atau tidak normal.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com