hut

Cegah Banjir, Warga Pasuruan Rutin Bergotong Royong

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Musim hujan di Lampung Selatan berpotensi menimbulkan banjir dan longsor. Hal tersebut telah diupayakan diantisipasi warga dengan bergotong royong membersihkan saluran drainase.

Nasruloh, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan – foto Henk Widi

Seperti yang dilakukan Nasruloh, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Minggu (21/4/2019). Dia, mengerahkan warganya membersihkan drainase. Kegiatan dilakukan bersama Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 0421/03 Penengahan.

Ruas jalan lingkungan di desa rusak akibat luapan sungai kecil dan saluran drainase. Genangan air mengakibatkan terkelupasnya lapisan batu dan aspal, termasuk jebolnya gorong gorong di Dusun Sumbersari.

Kerusakan jalan antar desa dan antar dusun, disebutnya diperparah dengan mobilitas kendaraan proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Drainase rusak, gorong-gorong amblas serta akses jalan bergelombang dan berlubang mulai diperbaiki oleh pelaksana proyek JTTS pada awal Maret lalu. “Badan jalan yang rusak dan telah diperbaiki, harus dipelihara oleh warga dengan memperdalam siring atau drainase di bahu jalan, agar tidak terjadi banjir atau luapan air saat musim penghujan seperti saat ini,” terang Nasruloh kepada Cendana News, di sela-sela gotong royong.

Drainase di sepanjang bahu jalan Desa Pasuruan diakui Nasruloh kurang terpelihara. Ada lima titik yang kerap banjir, yaitu di area persawahan Jatisari, di sekitar SDN 1 Pasuruan, di dekat SMP Muhamadiyah, di dekat Balai Desa Pasuruan, serta di Dusun Sumbersari.

Air sungai meluap, karena tersendat oleh sampah plastik dan limbah pertanian. Nasruloh berharap, warga yang tinggal di sekitar sungai tidak membuang sampah ke sungai. Imbauan yang sama diberikan kepada petani untuk menjaga, agar limbah pertanian tidak dibuang ke sungai.

Babinsa Koramil 421/03 Penengahan, Serda Sudarwanto, menyebut gotong royong harus terus digalakkan. Selain di musim penghujan berpotensi mengakibatkan banjir, saluran drainase yang tidak lancar dan tergenang, berpotensi menjadi sarang nyamuk. Pembersihan drainase dapat menjadi cara Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD).

Koordinasi dengan berbagai unsur masyarakat, dilakukan dengan penuh kesadaran demi kepentingan bersama. “Lingkungan yang bersih selain menjadi penambah estetika desa juga bisa mendorong kesehatan terutama saat musim hujan,” papar Serda Sudarwanto.

Drainase di daerah tersebut masih berupa siring alam dari tanah. Diharapkannya, pemerintah desa bisa mengusulkan drainase permanen dengan menggunanakan Dana Desa (DD). Drainase permanen bisa memperlancar saluran air di jalan lingkungan.

Lihat juga...