Desa Diimbau Alokasikan Dana Desa untuk Tuntaskan ODF

Editor: Mahadeva

PURBALINGGA – Kabupaten Purbalingga tahun ini mendapat alokasi dana desa Rp 269 miliar. Desa diimbau mengalokasikan sebagian dana desa untuk menuntaskan Open Defecation Free (ODF) atau program jambanisasi.

Kasie Administrasi, Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermasdes) Purbalingga, Sapta Warsana, mengatakan, dana desa bisa dipergunakan untuk kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat.

Salah satu kegiatan yang bisa menggunakan dana desa adalah program Jambanisasi. “Dana desa bisa dipergunakan untuk program jambanisasi, dan kita dorong untuk itu, sebab masih banyak desa yang belum bebas dari ODF,” terangnya, dalam acara sosialisasi tentang dana desa kepada Forum Kesehatan Desa (FKD), Kamis (25/4/2019).

Sapta menjelaskan, peruntukan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) berbeda. DD hanya digunakan untuk kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat. Di dalamnya termasuk bidang kesehatan.

Dengan demikian, DD bisa dipergunakan untuk program jambanisasi, sehingga masalah ODF di Kabupaten Purbalingga bisa tuntas. “Kalau untuk persentasenya tidak ada batasan dalam aturan. Silahkan desa mau mengalokasikan berapa, disesuaikan dengan kebutuhan, ” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, Hanung Wikanto, menyebut, masalah jambanisasi di Purbalingga masih memprihatinkan. Dari 239 desa, sebanyak 139 desa belum bebas dari ODF. Sebagai gantinya, warga masih memanfaatkan sungai untuk aktivitas ODF-nya.

Hal ini tentu memprihatinkan, dan harus dicari jalan keluarnya secara bersama-sama demi kesehatan lingkungan. Karena itu, dinas kesehatan juga mendorong agar desa turut serta menyelesaikan masalah ODF dengan mengalokasikan sebagian dari dana desa.

“Karena itulah, kita mencoba mengajak Dinpermasdes untuk duduk bersama membahas jambanisasi yang dibiayai dari dana desa sehingga ke depan Purbalingga bisa ODF,” harapnya.

Lihat juga...