Digugat LBH, Anies Akui Kualitas Udara Jakarta Kotor

Editor: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan, bahwa pencemaran udara di Jakarta merupakan fakta. Menurutnya, penggunaan kendaraan yang berlebihan sebagai penyumbang polusi utama.

“Memang ini fakta, bukan opini,” ucap Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (15/4/2019).

Anies mengatakan, transportasi pribadi di Jakarta masih mendominasi saat ini.

“Itulah yang kemudian kami saksikan konsekuensinya pada kualitas udara,” ucapnya.

Orang nomor satu di Ibu Kota Jakarta itu menuturkan, bahwa udara yang tercemar dan polusi diakibatkan, karena penggunaan kendaraan pribadi yang mendominasi jalanan Ibu Kota. Untuk itu, Anies akan mengupayakan transportasi umum yang menjangkau semua wilayah Jakarta.

Dia menilai buruknya kualitas udara Jakarta merupakan salah bersama. Untuk itu, dia mengatakan perbaikan juga harus dilakukan sama-sama.

“Nah pemerintah siapkan regulasi nanti kita sama-sama,” ujar dia.

Namun dengan gugatan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta terkait pencemaran udara maupun dengan LBH membuka pos pengaduan untuk calon penggugat, itu dia tak hiraukan.

“Setiap warga negara memiliki hak untuk menggunakan jalur hukum dalam urusan apa pun. Jadi itu haknya,” katanya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu bahkan mengapresiasi langkah LBH Jakarta. Dia mengakui udara di Ibu Kota sudah tercemar melebihi ambang batas.

“Ini fakta, bukan opini. Fakta tentang polusi. Ini efek dari pola kita melakukan mobilitas saat ini, di mana transportasi pribadi mendominasi. Itulah kita saksikan konsekuensinya pada kualitas udara,” ujar Anies.

Dia mengakui kadar udara bersih di Jakarta memang sudah mengkhawatirkan. Pihaknya mendorong agar ada perubahan dilakukan secara bersama, tidak hanya Pemprov DKI.

“Memang kotor, dan harus ada perubahan, dibutuhkan upaya,” jelas Anies.

Terkait upaya, Anies enggan membeberkan terlalu rinci. Kendati dia meyakini pihaknya tengah membuat solusi aktif untuk mengatasi masalah udara di Jakarta.

“Saya tidak akan pernah umumkan kebijakan parsial, sesudah lengkap baru saya umumkan. Sekarang sedang disusun rencana teknis untuk punya udara Jakarta lebih baik,” tutur Anies.

Anies Baswedan mengungkap salah satu cara memperbaiki udara kotor di Jakarta, dengan tidak lagi menggunakan sumber berpolusi tinggi.

Kemudian, lanjut Anies, salah satu penyumbang terbesar udara kotor di Jakarta adalah kendaraan bermotor. Karenanya, energi listrik menjadi solusi, khususnya kendaraan umum.

“Jadi ke depan kita arahkan tidak lagi pakai sumber energi yang polusinya tinggi. Bulan depan Transjakarta pakai bus listrik, ke depan angkutan umum massal juga pakai listrik. Ke depan akan ada pengendalian,” kata Anies.

Sebelumnya terkait pencemaran udara di Jakarta yang sudah di luar ambang batas, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) membuka pos pengaduan untuk calon penggugat dalam gugatan warga negara.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan Yayasan Lembaga Bantuan Indonesia (YLBHI) membuka kesempatan kepada masyarakat untuk bersama menggugat Pemprov DKI terkait udara Jakarta. Berdasarkan data lingkungan hidup, udara Jakarta sudah mencemaskan.

Parameternya, CO2 , SP2, Co, debu, timah, hidrokarbon, dan salah satu polutan paling berbahaya yang menjadi ancaman udara Jakarta adalah Particulate Matter (PM) 2.5. Diketahui, bila PM 2.5 kadarnya melebihi batas, artinya sudah berbahaya bagi kesehatan manusia.

Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebut, angka rata-rata tahunan PM 2.5 sudah melebihi ambang batas baku mutu udara ambien nasional yaitu 34.57 ug/m3.

Lihat juga...