Dinkes Purbalingga Terus Upayakan Tingkatkan Keamanan Pangan

Editor: Mahadeva

PURBALINGGA – Temuan makanan mengandung bahan berbahaya seperti rhodamin B serta formalin di pasar tradisional di Kabupaten Purbalingga masih cukup banyak.

Hal tersebut, membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat terus berusaha meningkatkan keamanan pangan untuk masyarakat. Dinkes mulai memetakan dan memonitoring secara berkala berbagai lokasi.

Kasie Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Alkes), Dinkes Kabupaten Purbalingga, Sugeng Santoso. (FOTO : Hermiana E.Effendi)

“Kita melakukan pemeriksaan terhadap beberapa sampel makanan dan melakukan monitoring ke beberapa toko yang ada di Kabupaten Purbalingga. Untuk sampel nanti akan kita beli dari beberapa pedagang dan dari tim juga akan menyiapkan pemeriksaan untuk sampel yang kita ambil,” kata Kasie Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Alkes), Dinkes Kabupaten Purbalingga, Sugeng Santoso, usai rapat koordinasi lintas sektoral di Dinkes Purbalingga, Senin (29/4/2019).

Selain memeriksa sampel makanan, Dinkes Purbalingga juga memeriksa penandaan atau label. Kemudian, pemantauan produk makanan dan minuman kemasan, yang kemasannya rusak. “Pemeriksaan penandaan label ini penting, terkait dengan nomor izin edar, tanggal kedaluarsa dan produk makanan yang mengandung babi. Produsen harus mencantumkan semua keterangan tersebut, karena konsumen mempunyai hak untuk mengetahui sebelum mereka memutuskan untuk membeli produk tertentu,” terangnya.

Untuk pemantauan, Dinkes melibatkan berbagai instansi terkait, seperti Puskesmas, kepolisan serta Satpol PP. Sehingga, ketika dijumpai adanya pelanggaran serius, bisa langsung ditindaklanjuti oleh instansi berwenang.  “Ini merupakan wujud dari keseriusan Dinkes dalam mengupayakan keamanan pangan di Purbalingga,” jelasnya.

Dengan pemantauan secara rutin, Dinkes Purbalingga berharap, masyarakat bisa mengkonsumsi produk yang aman serta tidak merugikan kesehatan. Dan penjual juga menyediakan produk yang layak konsumsi sesuai ketentuan.

Lihat juga...