hut

Diproyeksikan, Ekonomi Sumbar Tumbuh Cukup Tinggi

Bank Indonesia [CDN]

PADANG – Bank Indonesia memproyeksikan ekonomi Sumatera Barat (Sumbar) di 2019 tumbuh cukup tinggi. Pertumbuhannya diproyeksikan di kisaran 5,1 persen hingga 5,5 persen.

“Pada 2019 ekonomi Sumatera Barat diperkirakan akan membaik, didorong oleh masifnya kebijakan pemerintah menjelang dan selama pelaksanaan pemilu dan pilpres,” kata Kepala BI perwakilan Sumbar, Wahyu Purnama, dalam Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Sumbar Triwulan I 2019, Senin (15/4/2019).

Menurut Dia, tingginya aktivitas Lembaga Non Profit Rumah Tangga selama menjelang pemungutan suara Pemilu 2019, akan ditransmisikan kepada pertumbuhan ekonomi rumah tangga. Selain itu, naiknya Upah Minimum Provinsi (UMP) dan gaji PNS, serta naiknya jumlah bantuan sosial dan nominal akan turut mempengaruhi.

Kemudian masifnya anggaran infrastruktur pemerintahan di 2019, yang meningkat sampai 133 persen dibanding 2018 juga ikut berkontribusi. “Berikutnya terjadi kenaikan dana desa dan Program Keluarga Harapan (PKH), serta peningkatan anggaran pemerintah daerah,” rincinya.

Sektor unggulan Sumbar, yang masih menjadi pendorong ekonomi Sumbar di 2019 yaitu, pertanian, perdagangan, transportasi dan industri olahan. Sektor pertanian yang mempunyai pangsa terbesar dalam Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB). Sisi lapangan usaha diproyeksikan tumbuh lebih tinggi, karena banyaknya insentif pemerintah daerah maupun pusat.

Sedangkan sektor perdagangan, diproyeksikan tumbuh 7,2 persen hingga 7,6 persen. “Masyarakat Minang terkenal dengan keahlian berniaga, yang menjadi salah satu penentu perekonomian,” tandasnya.

Terjaganya daya beli masyarakat, sebagai dampak masif bansos dan kenaikan anggaran pemerintah, akan menjadikan sektor perdagangan tumbuh tinggi di 2019. Selanjutnya di sektor transportasi, diproyesikan tumbuh 6,6 persen hingga 7 persen. Hal itu didorong tingginya minat wisatawan mengunjungi Ranah Minang. “Baiknya kondisi infrastruktur perhubungan diyakini akan mendorong pertumbuhan sektor ini,” ujarnya.

Pada sisi lain ia melihat terjadi tren pertumbuhan investasi yang terus menurun. Ditenggarai lemahnya investasi swasta di Sumbar tercermin dari melambatnya pertumbuhan kredit investasi sampai akhir 2018. Solusi untuk meningkatkan investasi dengan, pembuatan studi kelayakanan bagi proyek investasi strategis, pemanfaatan maksimal kenaikan anggaran infrastruktur, dan penguatan penerapan sistem perizinan daring satu pintu, serta koordinasi saber pungli. (Ant)

Lihat juga...