hut

Disdik Balikpapan Akui Masih Kekurangan Tenaga Pengajar

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan Muhaimin. Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN — Kendati baru mendapatkan tambahan 133 CPNS sebagai guru pengajar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan menyatakan masih alami kekurangan. Mengingat usula untuk formasi 2018 sebanyak 280 orang.

133 orang guru yang sudah menjadi CPNS tersebut bakal ditempatkan di sejumlah sekolah negeri, baik SD maupun SMP. Setelah pelantikan dan mendapatkan SK dari Disdikbud, mereka langsung melaksanakan tugas sesuai dengan SK.

“Usai pelantikan tinggal kami buatkan SK untuk melaksanakan tugas, tinggal bekerja di tempat sesuai ditugaskan sesuai SK,” jelas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan, Muhaimin, Jumat (26/4/2019).

Menurut Muhimin, dengan tambahan 133 tenaga pengajar masih mengalami kekurangan karena jumlah guru yang pensiun juga banyak.

“Kami hanya mengusulkan sepertiga dari jumlah ideal. Padahal sekarang guru SD kita jumlahnya sudah sama dengan non PNS. Jumlahnya sudah seribu lebih. Kalau selama ini, kekurangan guru kami atasi dengan pengangkatan guru honorer,” paparnya.

Ia menjelaskan guru honorer tersebut selama ini digaji melalui dana BOS. Meski kini sudah mendekati UMK lantaran dianggarkan di APBD Kota, namun honor tersebut hanya bagi guru yang telah mengajar di atas dua tahun. “Minimal 2 tahun baru bisa mendapatkan gaji mendekati UMK. Kalau di bawah itu maka melalui dana BOS saja,” sebut Muhaimin.

Terpisah Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengakui guru yang berstatus ASN saat ini banyak yang memasuki purnatugas. Apalagi masih banyak sekolah-sekolah yang jumlah guru honorernya lebih banyak dibanding ASN, terutama untuk Sekolah Dasar.

“Tugas penyelenggaraan pendidikan masih belum sempurna karena kebutuhan pegawai belum terpenuhi. Makanya nanti ada juga PPPK yang diiprioritaskan bagi tenaga K2 yang belum diangkat jadi ASN,” bilang Rizal.

Dia menambahkan berdasarkan evaluasi tenaga kontrak, pemerintah lebih berhati-hati . Bagi tenaga kontrak yang sudah lebih dari 35 tahun untuk menghargai mereka melalui penerimaan PPPK.

“Dengan model baru tenaga kontrak semoga tenaga pengajar yang mengalami kekurangan dapat dipenuhi. Bukan hanya itu, semua kewajiban semoga bisa dipenuhi pemerintah kecuali hak pensiun,” tutup Rizal Effendi.

Lihat juga...