Disdik Bekasi Dapat Alokasi BOP Rp750 Juta

Editor: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi mendapat alokasi dana sebesar Rp750 juta melalui alokasi Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) kesetaraan kejar Paket C, tingkat SD, dan SMP. Dana tersebut akan dialokasikan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

”Sekarang sekolah paket C ini dapat bantuan dana dari pemerintah pusat. Itu kan program kementerian melalui Dirjen PAUD Diknas. Bantuan ini baru 2 tahun berjalan,” kata Ali Fauzi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Kamis (18/4/2019).

Dikatakan, sekolah paket C mendapat anggaran sama seperti sekolah formal. Hanya bedanya, jelas dia, dana BOS dalam penyalurannya langsung ke sekolah formal. Sedangkan dana paket C dialokasikan melalui PKBM di beberapa tempat yang terdata di Dinas Pendidikan.

Ali Fauzi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi – Foto: Muhammad Amin

“Untuk paket di tahun 2019 jumlah yang terdata di Dinas Pendidikan Kota Bekasi, ada sekira 1.700 orang peserta yang akan mengikuti ujian nanti,” tandas Ali.

Diakuinya, masih banyak anak di Kota Bekasi mengikuti pendidikan nonformal. Dana BOP itu sendiri adalah bentuk komitmen Pemerintah dalam upaya pemberantasan buta aksara dan penanggulangan anak putus sekolah melalui pendidikan nonformal.

Jumlah peserta yang terdata untuk mengikuti paket C, tersebar di semua sekolah di Kota Bekasi mencapai 2.210 orang. Untuk paket B sendiri berjumlah 1.450 orang, sedangkan paket A sebanyak 767 orang.

”Jadi banyak sekali anak yang tidak ikut masuk pendidikan formal,” ucap Ali.

Dinas Pendidikan Kota Bekasi dalam persiapan ujian kejar paket tersebut, lanjut Ali, akan bekerjasama dan berkoordinasi dengan dinas lain untuk menyiapkan pelajaran bagi anak-anak jalanan.

Dia menghimbau kepada masyarakat khususnya para orang tua yang anaknya belum mendapat ijazah SD dan SMP agar datang ke lingkungan yang ada PKBM-PKBM di wilayah tempat tinggalnya.

Salah satu pengelola PKBM Karya Bakti, Iin Indri, terpisah mengaku, dana bantuan BOP untuk Paket C yang diberikan pusat terlalu kecil untuk Kota Bekasi. Pasalnya PKBM di Kota Bekasi cukup banyak jumlahnya.

“PKBM yang ada di Kota Bekasi saat ujian rata-rata numpang karena menggunakan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Dari mana bisa ada laboratorium komputer sebanyak itu, kalau tidak numpang,” jelasnya mengaku numpang harus bayar.

Namun demikian, dia berharap, Disdik Kota Bekasi segera menurunkan dana BOP untuk PKBM. Karena sebentar lagi akan ada UNBK tingkat SMP dan SD.

Lihat juga...