Disnaker Bogor Verifikasi Produktivitas UKM

Editor: Koko Triarko

209

BOGOR – Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogor, Jawa Barat, melakukan verifikasi terhadap perusahaan kecil dan menengah (UKM) yang dianggap memiliki prestasi sesuai usahanya, guna meningkatkan produktivitas UKM di wilayah setempat.

“Penilaian produktivitas antarUKM se-Kabupaten Bogor, dalam rangka menyambut ulang tahun Kabupaten mendatang. Pemenangnya akan diumumkan langsung oleh Bupati Bogor, Ade Yasin, saat ulan tahun Bogor pada 3 Juni 2019,” ujar Zulkifli, Kabid Pelatihan dan Produktivitas, Disnaker Kabupaten Bogor, saat melaksanakan verifikasi UKM di Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunungputri, Selasa (16/4/2019).

Zulkifli, Kabid Pelatihan dan Produktivitas Disnaker Kabupaten Bogor, -Foto: M Amin

Dikatakan, sebelumnya Disnaker sudah mengundang pelaku UKM dari 40 Kecamatan di Kabupaten Bogor, untuk ekspos produknya di Disnaker. Dari verifikasi awal, akhirnya Dinas menetapkan enam UKM yang dinilai berprestasi untuk dilakukan verifikasi lebih lanjut. Nantinya, dari keenam pelaku UKM tersebut akan dirangking.

Menurutnya, verifikasi di lapangan dengan turun melihat langsung kondisi tempat produksi, dimaksudkan untuk melihat kesesuaian dari hasil ekspos pelaku UKM saat di Dinas. Verifikasi ini tidak masuk ke ranah seperti teknologi yang digunakan dalam produksi dan lainnya.

“Disnaker hanya melakukan penilaian dari sisi produktivitas UKM, misalkan tren produksi naik atau turun, apakah rata-rata saja. Penilai tidak akan melihat jumlah tenaga kerja, tetapi melihat inovasi dan pemanfaatan tenaga kerja,” tandas Zulkifli.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Disnaker ikut melakukan penilaian terhadap pelaku UKM, karena Disnaker melakukan penilaian dan pembinaan kepada pelaku usahanya. Ke depan, akan diberikan pelatihan untuk penguatan, sehingga pengelola UKM bisa menjadi naik kelas, menjadi usaha menengah atau pengusaha besar.

Menurutnya, banyak UKM selama ini hanya berdiri dan mereka hanya menargetkan cukup untuk diri sendiri, dan tidak ada target untuk naik kelas. Disnaker ingin, pelaku UKM bisa berkembang, karena kuatnya UKM di Bogor akan berimbas kepada perbaikan ekonomi, dan mengurangi angka pengangguran.

“Karena pekerjaan sektor formal saat ini, dengan banyak teknologi tentunya banyak mengurangi jumlah tenaga kerja. Kompetisi ini diharapkan memancing munculkan pelaku usaha baru, dan Disnaker akan  memberikan banyak pelatih. Ke depan, akan ada pelatihan pengukuran produktivitas,”ungkap Zulkifli.

Ada pun enam pelaku UKM yang dinilai, yakni, Aprilia Snack di Parung, dengan produk utamanya Kembang Goyang, Kedua Produk kosmetik, Ny Ayu Safitri, di Sentul, ada di daerah Caringin UKM Cowboy, produknya pengolahan susu dan keju, kemudian di wilayah  Cileungsi Wiliam Food, produksi varian kecap dan sirup, lalu di Cibinong, ada produksi Kerupuk Kulit Isma. Dan, terakhir di wilayah Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, produknya Bakso Rango.

“Setelah dilakukan penilaian dan dinyatakan menang, maka pemenangnya akan dikirim untuk mengikuti lomba penilaian produktivitas di tingkat provinsi di Bandung, mewakili Kabupaten Bogor” pungkas Zulkifli.

Lihat juga...