hut

Doa Lintas Agama, Satukan Umat Pascapemilu

Editor: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Pascapemilu, para pemuka agama di Kabupaten Banyumas menggelar doa lintas iman yang diprakarsai oleh Gereja Katolik Paroki Santo Yosep, Purwokerto. Momen ini diharapkan mampu kembali menyatukan bangsa, setelah terpecah akibat perbedaan pilihan.

Doa bersama yang dilaksanakan Minggu (28/4/2019), dihadiri oleh perwakilan dari agama Islam, Kristen, Budha hingga penghayat kepercayaan.

Pastor Kepala Paroki Santo Yosep Purwokerto, Valentinus Sumanto Winata, Pr mengatakan, pihaknya ingin menyerukan kembali pentingnya persatuan dan perdamaian dalam kehidupan manusia sekarang ini.

Kepala Paroki Santo Yosep Purwokerto Valentinus Sumanto Winata, Pr. –  Foto: Hermiana E. Effendi

“Tidak bisa dipungkiri, pemilu sedikit banyak sudah memecah persatuan dan perdamaian, sekarang saatnya kita kembali menjadi satu, satu Pancasila, satu bhinneka dan satu untuk Indonesia,” tuturnya.

Doa lintas iman ini juga sekaligus merupakan rangkaian perayaan ulang tahun Gereja Katolik Paroki Santo Yosep yang mengangkat tema “Kita Bhinneka, Kita Pancasila, Kita Indonesia”.

Usai doa bersama, Pendeta Dimas menyampaikan harapan, semoga kegiatan ini bisa membuka mata umat bahwa kebersamaan dengan umat lintas iman itu suatu yang mendasar dalam hidup beriman dalam konteks Indonesia.

Sebab, iman tidak akan ada artinya tanpa ada keterlibatan bersama masyarakat.

Dimas berpesan kepada seluruh umat beriman agar jangan mencari persamaan dalam hidup, tetapi menerima realita keberagaman.

“Terimalah realita keberagaman karena Tuhan tidak menginginkan kita menjadi sama, tapi Tuhan ingin kita satu. Jalinlah kesatuan dengan dasar solidaritas yang berkualitas agar dapat melakukan aksi secara nyata di tengah kepelbagaian atau diversity,” katanya.

Sihid Masduki Algozali, perwakilan dari agama Islam menyampaikan, manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial dan bisa hidup saling menghormati. Perbedaan pilihan dalam pemilu hanyalah sesaat, setelah itu hendaknya kembali pada kehidupan yang aman, tentram dan damai.

“Pada hakikatnya, kita semua bersaudara, sehingga mari kita jaga perdamaian dalam keberagaman ini,” terangnya.

Sementara perwakilan dari Majelis Luhur Penghayat Kepercayaan, Edi Siswanto mengatakan, bangsa Indonesia terdiri dari bermacam suku, ras, dan agama yang secara naluri sebagai manusia ingin bersatu dan hidup damai. Doa bersama ini diharapkan menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaran antarumat beriman.

Linda Susiana perwakilan dari agama Budha menuturkan, walaupun bangsa Indonesia beragam, tetapi tetap satu.

“Kita semua tetap satu. Saling bertetangga, mendukung, dan diharapkan bisa menebarkan cinta kasih,” tuturnya.

Dalam doa bersama, masing-masing perwakilan menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan atas keberagaman dan karunia melimpah yang telah diterima bangsa Indonesia.

Mereka juga memohon perdamaian serta kerukunan di antara masyarakat agar Indonesia semakin maju dan persaudaraan antarumat beragama kian kokoh.

 

Lihat juga...