hut

Dongkrak Produksi Padi di Kaltim, Petani Gunakan Drayer Ultra Violet

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

SAMARINDA — Meningkatkan kualitas dan produksi padi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pangan dan Hortikultura (DPTPH) menyerahkan peralatan pengering ultra violet atau Drayer Ultra Violet kepada Kelompok Tani Pandan Raya Kelurahan Mangkurawang Kecamatan Tenggarong.

Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura, H Ibrahim. Foto: Ferry Cahyanti

Bantuan peralatan yang diberikan ini berbentuk bangunan dengan luas 9 x 21 meter senilai Rp200 juta. Alat tersebut mampu menampung gabah sekitar 3 hingga 6 ton dengan masa pengeringan 2 hingga 3 hari.

“Dengan pemanfaatan peralatan ini petani ataupun kelompok tani dapat meningkatkan produksi dan kualitas padi yang ditanamnya. Sehingga gabah yang dihasilkan dapat meningkat kualitasnya. Apalagi targetnya kita bisa swasembada pangan,” jelas Kepala Dinas Pangan Tanaman dan Hortikultura Kaltim, H Ibrahim.

UV tersebut mampu menampung gabah yang lebih besar dengan waktu pengeringan lebih cepat. Menurutnya, alat ini sangat efektif dan efisien sehingga petani tidak perlu khawatir di saat musim penghujan.

“Karena drayer UV memiliki ketahanan hingga 7 tahun dan bisa digunakan kapan saja walaupun kondisi cuaca seperti ini yang tidak menentu,” ungkapnya, Senin (22/4/2019).

Ia menjelaskan teknologi pemanfaatan ultra violet (Panas Matahari) ini merupakan bagian dari kegiatan pertanian modern yang dialokasikan melalui APBN tahun anggaran 2018.

“Alat pengering dialokasikan dari APBN tahun anggaran 2018,” urai Ibrahim.

Diketahui, Kabupaten Kutai Kartanegara salah satu daerah yang potensial untuk pengembangan produksi padi menyusul areal tanam yang cukup luas untuk pertanian.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur bidang Reformasil Birokrasi dan Keuangan Daerah, HM Yadi Robyan Noor mengungkapkan pertanian dalam arti luas menjadi sektor yang diharapkan dapat menjadi andalan Kaltim kedepan. Dimana pengembangan sektor pertanian saat ini banyak tantangan yang dihadapi seperti rendahnya sumber daya manusia (SDM), makin menyusutnya lahan pertanian, terbatasnya penguasaan dan penggunaan teknologi.

“Sehingga perlu adanya akselerasi untuk mencapai kemajuan dengan kerja keras, tumbuhkan motivasi dan pantang menyerah. Hal ini dapat dilakukan generasi muda petani yang memiliki semangat dan mental yang kuat untuk perubahan,” bebernya.

Untuk itu, pihaknya mengharapkan generasi muda petani memiliki semangat dan mental yang kuat untuk membuat perubahan, dalam mewujudkan pertanian yang maju dan modern di Provinsi Kalimantan Timur.

“Kaltim harus mampu mewujudkan pertanian yang maju dan modern melalui generasi muda petani dan lainnya,” imbuhnya.

Lihat juga...