Dorong UMKM Lokal, BI Kaltim Kembangkan Program LED

Editor: Satmoko Budi Santoso

255

BALIKPAPAN – Guna meningkatkan aktivitas perekonomian dan potensi Sumber Daya lokal Provinsi Kalimantan Timur, Bank Indonesia mengembangkan Program UMKM LED (Local Economic Development). Program tersebut mensinergikan peran BI dengan pemerintah setempat.

LED atau pengembangan ekonomi lokal ini salah satu upaya pemerintah mengembangkan ekonomi di suatu wilayah secara berkelanjutan.

Tahapan program sendiri terbagi dari empat bagian yaitu identifikasi, implementasi dan pelaksanaannya. Kemudian dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi dari pelaksanaan program.

“Program pengembangannya sendiri terdapat beberapa tema diantaranya daerah perbatasan atau tertinggal, pemberdayaan perempuan, mengoptimalkan potensi kelautan, ekonomi kreatif dan meningkatkan kemandirian pangan,” terang Thomy Andryas, Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi KpwBI Balikpapan.

Terkait pengembangan program LED tersebut, lanjut Thomy, untuk wilayah Kaltim yaitu pengembangan batik dan kerajinan khas Balikpapan. Diantaranya LED Ulap Doyo dari UMKM Kabupaten Kutai Kartanegara.

“LED Ulap Doyo merupakan program pengembangan ekonomi lokal berbasis pemberdayaan perempuan yang diinisiasi sejak tahun 2018 dan dipusatkan pada KUB Pokan Takaq. Dimana KUB Pokan Takaq memproduksi tenun Ulap Doyo, tenun Badong, dan sulam Tumpar,” ucapnya, Selasa (23/4/2019).

Sedangkan kegiatan pengembangan ekonomi lokal melalui program pemberdayaan perempuan di kawasan perbatasan dan daerah terpencil menurutnya, melalui pelatihan kerajinan rotan.

“Kegiatan yang dilaksanakan itu pelatihan desain produk kerajinan kepada ibu-ibu rumah tangga di Kabupaten Mahakam Ulu,” beber Thomy Andryas didampingi Kepala Pengembangan ekonomi KpwBI Kaltim, Prabu Dewanto.

Untuk kota Balikpapan dan Paser yang menjadi wilayah kerja KpwBI Balikpapan disebutkannya, program pengembangan ekonomi lokal itu dengan dilaksanakan pelatihan e-branding.

“Terdapat dua kelompok yang menjadi pilot project binaan yaitu kelompok batik tenun Vi dan batik Tunjung Langit Paser,” sebutnya.

Tidak hanya itu saja, program pengembangan UMKM LED juga ada pada Mini University. Kegiatan mini university merupakan inisiatif dari BI Kaltim untuk mencetak pengusaha baru (UMKM) yang profesional dan religius. Tercatat hingga kini sudah lebiih dari 700 UMKM yang masih belajar dan didampingi oleh Bank Indonesia.

“Sektor usaha yang ditekuni UMKM adalah sektor usaha ekonomi kreatif seperti kuliner, IT, fashion, pupuk pertanian, handycraft, percetakan, periklanan dan startup digital,” ujar Prabu Dewanto.

Lihat juga...