hut

DPTb Pemilu 2019 di Banten 85.014 Orang

Ilustrasi pemilu - Dokumentasi CDN

SERANG – Sebanyak 85.014 pemilih, masuk dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) Pemilu 2019 di Banten. Jumlah tersebut, termasuk penambahan 18.255 pemilih dari penetapan DPTb pada awal April lalu, pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK), yang memperpanjang waktu pendaftaran DPTb hingga H-7 Pemilu 2019.

Hasil keputusan rapat pleno KPU Banten, Jumat (12/4/2019), terkait DPTb Pemilu 2019 pasca putusan MK ditetapkan, Rekapitulasi Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) Pasca putusan MK, DPTb Pemilu 2019 dengan pemilih sebanyak 15.087 pemilih dengan rincian pemilih laki-laki berjumlah 8.114 pemilih dan pemilih perempuan berjumlah 6.973 pemilih.

Pemilih tambahan tersebut, tersebar di 3.545 Tempat Pemungtan Suara (TPS) yang ada di 491 desa atau kelurahan,  118 Kecamatan dan delapan Kabupaten dan Kota se-Banten. Sementara DPHTb keluar Banten, pascaputusan MK, sebanyak 3.168 orang. Terdiri dari 2.021 laki-laki dan 1.147 perempuan. Mereka tersebar di 1.468 TPS, di 572 desa atau kelurahan, 130 kecamatan dan delapan kabupaten dan kota. “Penetapan DPTb berdasarkan putusan MK, dimana pendaftaran dilakukan hingga 10 April pukul 16.00 WIB. Hasilnya kita plenokan,” kata Anggota KPU Banten, Agus Sutisna.

Menurutnya, mayoritas alasan pindah memilih adalah kedinasan. Mereka yang difasilitasi, telah memenuhi syarat untuk pindah memilih seperti surat tugas dari instansi atau perusahaan. “Yang tidak membawa penugasan pada 17 April dengan baik-baik kita tolak, kita tidak bisa terima,” tandasnya.

Meski tetap bisa memilih, mereka yang masuk DPTb tidak akan mendapat jumlah surat suara yang sama dari pemilih normal. Jika pemilih pindah yang masuk ke Banten, berasal dari provinsi lain, maka yang bersangkutan hanya akan mendapatkan surat suara pilpres. “Karena dapil (daerah pemilihan) yang masih terikat dengan dia adalah dapil untuk pilpres. Dapil untuk seluruh DPRD semua tingkatan dilepas,” katanya.

Sementara untuk waktu pencoblosan, DPTb tak dibedakan. Mereka bisa menyalurkan hak pilihnya sejak awal dibuka TPS sejak pukul 07.00 WIB hingga 13.00 WIB. Terkait penyediaan surat suara, seluruhnya menjadi domain KPU RI. Akan tetapi, sejauh informasi yang diterima, KPU RI sudah menyediakan surat suara untuk DPTb.

Ketua KPU Banten, Wahyul Furqon, memastikan, seluruh logistik sudah dalam keadaan siap, maksimal pada H-1 pemungutan suara. Pergeseran logistik dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) akan mulai dilakukan pada H-2 atau 15 April. “Kami juga telah berdiskusi dengan Kapolda Banten terkait pergeseran logistik dari PPK ke PPS. Jadi kita memang di H-2 mulai geser. Itu akan kita lakukan serentak kecuali pada daerah tertentu, mungkin ada yang H-3,” kata Wahyul.

Percepatan pergeseran logistik pada H-3 diperuntukan bagi daerah terpencil atau pulau-pulau. Waktunya dipercepat untuk mengantisipasi adanya kendala cuaca dan medan yang harus dilalui. “Karena memang dilihat dari struktur demografinya kaya di Lebak, di Kabupaten Tangerang dan Pandeglang. Di Kabupaten Serang juga ada Pulau Panjang dan Pulau Tunda. Kita pastikan proses pergeseran itu ada pengawalan dari pihak Polri,” katanya.

Perhatian khusus juga diberikan kepada 27 TPS di Desa Adat Baduy, Kabupaten Lebak. Lantaran listrik yang tidak boleh masuk, maka pihaknya akan menyiapkan petromaks untuk alat penerangan jika proses perhitungan suara terjadi hingga malam hari. “Listrik tidak boleh masuk, kalau pakai obor kami khawatir jatuh sehingga kami pakai petromaks yang lebih aman,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...