hut

Dua Pengedar Hexymer Diamankan Jajaran Polres Kebumen

Editor : Mahadeva

KEBUMEN – Dua pengedar obat hexymer, ditangkap jajaran Polres Kebumen di dua lokasi berbeda. Tersangka JA (19), ditangkap di Kebumen sementara tersangka DP (26), diringkus di Kabupaten Banyumas.

Kapolres Kebumen, AKBP Robertho Pardede didampingi Kasat Resnarkoba, AKP Mardi, mengatakan, obat hexymer termasuk kategori obat keras jenis G. Obat terlarang tersebut biasa digunakan untuk menangani pasien parkinson atau  penyakit jiwa.

Penggunaannya harus dengan resep dokter. Efek dari mengkonsumsinya bisa membuat orang berhalusinasi. “Kedua tersangka merupakan warga Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Hanya saja yang satu kita amankan di Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Sebenarnya ada satu tersangka lagi yang sedang kita buru,” jelasnya, Jumat (26/4/2019).

Penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat, yang mencurigai ada penjualan obat terlarang di sekitar Terminal Jatijajar, Kebumen. Petugas langsung melakukan penyelidikan, dan berhasil menangkap JA di sekitar terminal.

Dari pengembangan hasil pemeriksaan terhadap JA, petugas memburu tersangka DP, dan berhasil diamankan selang satu hari kemudian. Kepada petugas, kedua tersangka mengaku mendapatkan obat terlarang dari seseorang berinisial AJ, yang kini masih dalam pengejaran Sat Resnarkoba Polres Kebumen.

Dari setiap empat paket obat dijual Rp200.000. Sementara tersangka diberi imbalan Rp5.000 hingga Rp10.000 oleh AJ. Selain mendapatkan uang, kedua tersangka juga diberi imbalan obat hexymer untuk dikonsumsi sendiri. “AJ ini yang menyuplai obat tersebut dan sudah masuk dalam DPO kita,” tambahnya.

Petugas menyita barang bukti empat plastik berisi 10 butir hexymer, 25 paket hexymer masing-masing berisi 10 butir, serta satu butir obat hexymer kemasan plastik klip warna bening, uang Rp30. 000 dan satu buah handphone.

Atas perbuatannya kedua tersangka diancam dengan Pasal 196 Jo. Pasal 98 (2) UU RI 36/2009 tentang kesehatan dan Pasal 196 UU No.36/2009, tentang kesehatan dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 Miliar.

Lihat juga...