Duta Genre Banyumas Disiapkan Mewujudkan Generasi Sehat

Editor: Mahadeva

PURWOKERTO – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Banyumas menggelar pemilihan Duta Generasi Berencana (Genre) 2019.

Duta Genre, akan bertugas mensosialisasikan berbagai hal terkait permasalahan generasi muda. Tujuannya, agar generasi muda di Banyumas sehat dan hidupnya terencana.  Proses seleksi awal digelar di aula kantor BKDD Kabupaten Banyumas, Minggu (21/4/2019). Kegiatan diikuti 84 peserta. Peserta ada yang mewakili sekolah, perguruan tinggi dan perwakilan dari kecamatan.

Kabid Keluarga Berancana Ketahanan Kesejahteraan Keluarga, Dra Diah Pancasilaningrum. (FOTO : Hermiana E. Effendi)

Kabid Keluarga Berancana Ketahanan Kesejahteraan Keluarga, Dra Diah Pancasilaningrum, mengatakan, proses pemilihan diawali dengan pembekalan, test tertulis dan wawancara. Setelah itu, puncak pemillihan akan dilaksanakan pada hari Rabu (24/4/2019), di Pendopo Sipanji Purwokerto.

“Seleksinya memang terbilang cepat, tidak sampai satu minggu, namun yang terpilih nanti adalah yang terbaik, karena seleksi tertulis dan wawancara yang dilakukan selama dua hari ini, benar-benar untuk menyaring yang terbaik,” jelasnya, Minggu (21/4/2019).

Pemilihan Duta Genre bertujuan untuk mewujudkan generasi berencana, yaitu generasi terhindar dari Triad KRR yang menyangkut kesehatan reproduksi remaja yakni, seks bebas, narkoba dan HIV/AIDS. “Para duta diharapkan menjadi figur atau contoh bagi para remaja lain, yang mampu mensosialisasikan generasi sehat yang terhindar dari Triad KRR, penundaan usia perkawinan, dengan mempersiapkan segalanya atau dengan merencanakan perkawinan dengan matang,” kata Diah.

Untuk mendapatkan hasil yang terbaik, dalam seleksi kali ini, melibatkan berbagai komponen sebagai juri. Seperti Tim Penggerak PKK, PKBI, IPeKB, psikolog dan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata. Dengan menjadi Duta Genre, generasi muda mendapatkan pengetahuan tentang persiapan berkeluarga. Sehingga mereka bisa merencanakan kapan menikah, memiliki anak, mengatur jarak kelahiran, serta berapa jumlah anak yang ideal.

Semua peserta otomatis sudah menjadi duta genre, karena telah dibekali berbagai materi tentang keluarga berencana, public speaking dan life skill. Nantinya mereka dituntut berbagi wawasan, pengetahuan dan ikut mengedukasi remaja lain, agar bisa terhindar dari tiga hal menyangkut kesehatan reproduksi remaja, termasuk pengembangan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di sekitarnya.

Lihat juga...