hut

Ekspor Produk Perikanan Malut Belum Tercatat BPS

Ilustrasi -Dok: CDN

TERNATE – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Pabean C Ternate, menyebutkan ekspor berbagai komoditas produk perikanan dan pertanian Maluku Utara (Malut), tidak tercatat di Badan Pusat Statistik (BPS) setempat.

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Maluku, Farani Manan, mengatakan, ekspor ikan tongkol dan udang vaname ke berbagai negara tidak tercatat di BPS Maluku Utara, karena tidak dilakukan ekspor secara langsung, namun melalui daerah lain seperti Surabaya, Jawa Timur.

Karena itu, pihaknya bekerja sama dengan instansi lain seperti karantina perikanan, karantina pertanian, Dinas Kelautan dan Perikanan, Garuda Indonesia dan juga Bank Indonesia, terkait pendataan ekspor dari provinsi tersebut.

“Bea Cukai bakal tingkatkan kerja sama, supaya produk ekspor Maluku Utara tidak lagi diklaim oleh daerah lain,” ujarnya, Sabtu (67/4/2019).

Dia mengatakan, ekspor yang dilengkapi dokumen bakal dicatat sebagai hasil ekspor Maluku Utara. Jadi, kata dia, meskipun BPS Maluku Utara belum mencatat ekspor komoditas tersebut, namun devisanya tercatat di Maluku Utara sebagai produk ekspor dari provinsi tersebut.

Sementara itu, perwakilan dari Sentra Kelautan dan Pelayanan Terpadu (SKPT) Maluku Utara, Stephani Mangunsong, mengatakan pihaknya telah melakukan ekspor tuna hingga Maret 2019, Amerika Serikat melalui Surabaya sebanyak tiga kontainer, dan Vietnam delapan kontainer, dengan total volume mencapai 132 ton.

Untuk menghasilkan ikan tuna berkualitas ekspor, pihaknya telah mengembangkan kawasan konservasi perairan bersama Harta Samudra, sebagai pihak industri perikanan. Ekspor tuna dari Maluku Utara selama ini banyak dilakukan melalui pelabuhan lain, yaitu Surabaya, Jawa Timur. (Ant)

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!