Empat Tahun Terakhir, Harga Getah Karet di Lampung Turun

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Penurunan harga getah karet di tingkat petani di Lampung Selatan sudah berlangsung empat tahun ini.

Dua tahun lalu, harga getah karet masih bertengger di bawah Rp10.000 perkilogram. Harga tersebut jauh berbeda dengan dua tahun sebelumnya, yang sempat menyentuh level Rp12.500. Kini, harga karet hanya Rp8.500 hingga Rp9.500 perkilogram.

Sobri, seorang petani dengan 5.000 batang tanaman karet menyebut, tetap mempertahankan tanaman karet miliknya. Tanaman karet diakuinya masih dipertahankan karena saat ini usianya delapan tahun, usia yang masih produktif dan menghasilkan getah. 5.000 batang tanaman karet milik Sobri, perbulan rata-rata menghasilkan sekira dua ton getah. Dengan harga Rp8.000 perkilogram, setiap bulan Sobri masih memiliki penghasilan Rp16juta.

Produktivitas getah karet akan sangat maksimal, ketika musim hujan. Getah yang terkena hujan, harus diberi cairan cuka, agar lebih cepat beku. “Sebagian besar penanam karet di wilayah Penengahan yang mengalami penurunan harga, memilih menebang atau merombak tanaman yang dimiliki untuk digunakan sebagai bahan bakar pembuatan batu bata, tetapi saya masih tetap mempertahankan tanaman karet yang saya miliki,” beber Sobri saat ditemui Cendana News, Sabtu (13/4/2019) sore.

Getah karet yang disadap ditampung dalam mangkuk khusus – Foto Henk Widi

Sobri menyebut, budi daya karet masih menjanjikan. Terutama untuk investasi jangka menengah dan panjang. Saat tanaman karet masih berusia kurang dari dua tahun, lahan penanaman karet bisa diselingi dengan tanaman jagung dan pisang.

Meski usia dua tahun lebih, tanaman karet harus ditanam dengan sistem monokultur. Getah sudah bisa disadap saat karet berusia sekitar tiga tahun. Getah karet yang sudah disadap, ditampung dalam wadah wadah khusus.  Getah hasil sadap disimpan di kotak pencetak khusus sebelum diproses untuk dijual.

Petani lain bernama Budiono, warga Desa Marga Jasa, Kecamatan Sragi menyebut, masih mempertahankan tanaman karet karena masih bisa dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Sebagai petani karet, Budiono menyebut, idealnya harga getah karet di tingkat petani adalah Rp13.000 perkilogram.

Harga tersebut dalam perhitungan, masih bisa menutupi biaya operasional. “Biaya pembelian alat, zat pembeku, serta upah tenaga kerja yang tinggi bisa ditutupi dari hasil penjualan getah. Sementara, kalau harga anjlok biaya tetap tinggi,” cetus Budiono.

Lihat juga...