hut

Enam Siswa SLB B Yakut Purwokerto Ikuti UN

Editor: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Sebanyak 6 siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) B Yakut Purwokerto, Senin (22/4/2019), mengikuti Ujian Nasional (UN). Seluruh siswa yang mengikuti UN merupakan siswa disabilitas rungu.

“Ada 6 siswa yang mengikuti UN hari ini, terdiri dari 4 siswa laki-laki dan 2 siswa perempuan, semua siswa disabilitas rungu,” kata Kepala SLB B Yakut Purwokerto, Neti Lestari, di sela-sela pelaksanaan ujian.

Lebih lanjut Neti menjelaskan, untuk SLB, istilahnya Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP), karena mengerjakannya menggunakan kertas dan pensil. Dan siswa yang mengikuti ujian hari ini merupakan siswa kelas 9 atau kelas 3 SMP.

Kepala SLB B Yakut Purwokerto, Neti Lestari. Foto: Hermiana E. Effendi

Pelaksanaan ujian hari pertama ini mata pelajaran Bahasa Indonesia. Ujian berjalan lancar, dengan diawasi dua orang guru pengawas.

Ujian berlangsung selama empat hari, hingga Kamis (25/4/2019). Untuk hari kedua, materi ujian Matematika, hari ke tiga, Bahasa Inggris dan hari terakhir IPA.

Neti mengatakan, tidak ada pendampingan khusus untuk siswa. Hanya saja, soal yang dikerjakan siswa berbeda materinya dengan ujian siswa di sekolah biasa.

“Tingkat kesulitan soal berbeda. Selesai ujian, nanti lembar jawaban akan kami kirim ke kantor cabang Dinas Pendidikan atau Unit Pelaksana Kecamatan (UPK), selanjutnya akan dikirim ke wahana komputer (pihak yang melakukan koreksi),” terangnya.

Dalam pelaksanaan ujian, salah satu siswa SLB B Yakut, Reza Dinul Islam (17), mengerjakan soal dalam kondisi sakit. Badannya panas beberapa kali memegangi perut dan kepala, namun saat ditanya pengawas, Reza mengatakan ia baik-baik saja.

Neti menegaskan, pada dasarnya UN bukan penentu segalanya, namun proses belajar siswa yang lebih penting.

“UN itu hanya sarana untuk mengetahui kemampuan anak, nilai tidak terlalu penting, karena yang kita tekankan atau tanamkan kepada siswa adalah ketrampilan,” pungkasnya.

Selain di SLB B Yakut, UN juga dilaksanakan SLB Kuncup Mas, Purwokerto . Ada 6 siswa disabilitas rungu dan satu siswa disabilitas netra yang mengikuti ujian.

Untuk siswa disabilitas netra, ujian dilakukan dengan soal-soal yang menggunakan huruf braile.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!