Ganggu Pernapasan, Bakar Limbah Pertanian Dipertahankan Warga Lamsel

Editor: Satmoko Budi Santoso

233

LAMPUNG – Aktivitas membersihkan lahan dengan cara membakar limbah pertanian masih dipertahankan warga di Lampung Selatan (Lamsel).

Membakar limbah mengakibatkan polusi, gangguan kesehatan berupa infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), mengganggu jarak pandang.

Sumaidi, salah satu warga petani di Kecamatan Penengahan, menyebut, cara efektif membersihkan sampah dengan membakar dipertahankan warga.

Sumaidi beralasan, sebagian limbah pertanian merupakan batang padi atau jerami yang sudah tidak bisa dimanfaatkan. Pemanfaatan limbah hasil pertanian diakuinya telah dilakukan dengan menggunakan jerami sebagai sumber pakan.

Limbah yang tersisa selanjutnya dibakar untuk mempercepat pembersihan tahap akhir. Pembakaran jerami menurutnya dilakukan memperhitungkan arah angin sehingga tidak mengganggu pengendara.

Pembakaran jerami di dekat Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) diakuinya kerap menjadi sumber polusi. Meski demikian intensitas pembakaran jerami saat ini mulai berkurang.

Pasalnya pemanfaatan jerami untuk pakan ternak ikut mengurangi volume jerami yang dibakar. Sejumlah perusahaan penggemukan sapi di wilayah Sidomulyo, pemilik ternak perseorangan, memanfaatkan jerami untuk pakan. Beberapa perusahaan bahkan ikut mengurangi limbah pertanian jerami yang tersisa.

“Dua tahun terakhir jerami kerap dimanfaatkan sebagai alternatif pakan bagi perusahaan ternak sehingga limbah pertanian yang dibakar berkurang, masih tetap ada, tetapi jumlahnya tidak banyak,” papar Sumaidi, salah satu petani, saat ditemui Cendana News, Jumat (12/4/2019).

Sumaidi juga menyebut, aktivitas pembakaran jerami hanya mengganggu pengendara roda dua. Sebab pengendara kendaraan roda empat bisa menutup bagian kaca saat melintas.

Ia menyebut, belum pernah mendapat teguran dari pengendara yang terganggu akibat aktivitas pembakaran limbah pertanian tersebut. Sejumlah pengendara motor yang melintas diakuinya kerap sudah mengenakan masker saat melintas di Jalinsum yang berada di dekat lahan pertanian.

Selain aktivitas pembakaran limbah pertanian berupa jerami, saat musim panen jagung, pembakaran limbah masih kerap dilakukan. Sebagian limbah jagung berupa tebon yang dibakar diakui Sumaidi mulai berkurang.

Pasalnya limbah tebon jagung saat ini mulai dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif pembakaran batu bata. Bahan bakar alternatif tersebut salah satunya dimanfaatkan oleh Diyin, warga Kecamatan Palas. Pemanfaatan limbah pertanian disebutnya bisa meminimalisir pembakaran pascapanen.

Diyin, pembuat batu bata memanfaatkan limbah jerami dan sekam untuk pembakaran batu bata – Foto: Henk Widi

“Dibanding hanya dibakar seusai panen batang tanaman jagung kering bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar,” beber Diyin.

Diyin juga menyebut, proses pembakaran batu bata masih kerap menimbulkan asap. Namun sistem pengelolaan asap mulai dilakukan dengan membuat cerobong khusus. Selanjutnya asap disalurkan ke kolam air agar tidak mencemari udara.

Selain meminimalisir gangguan kesehatan pernapasan, limbah abu pembakaran masih bisa dimanfaatkan. Selain memakai bahan bakar tebon jagung kering, penggunaan sekam padi yang dibakar menghasilkan limbah abu. Limbah abu tersebut masih bisa digunakan dalam pembuatan batu bata sistem cetak.

Pembakaran jerami limbah pertanian juga masih dilakukan oleh petani di Desa Tanjungheran, kecamatan Penengahan.

Ahmad, salah satu petani menyebut, ia mulai mengurangi pembakaran jerami. Pasalnya sebagian masyarakat yang melintas mengeluhkan aktivitas pembakaran yang menimbulkan asap.

Selain pedih di mata, asap jerami mengakibatkan sesak nafas. Berkurangnya pembakaran jerami disebut Ahmad juga seiring pemanfaatan jerami yang meningkat.

Saat selesai panen, pemilik ternak disebut Ahmad, mulai menyimpan jerami untuk pakan. Selain itu menjelang bulan suci Ramadan sejumlah petani penanam melon dan timun suri memanfaatkan jerami untuk alas buah.

Jerami dimanfaatkan sebagai alas buah agar tidak busuk sehingga pembakaran jerami mulai berkurang. Larangan aktivitas membakar jerami disebutnya pernah diatur dengan sejumlah imbauan meski sebagian masih belum bisa dikurangi.

Sebab membakar limbah pertanian masih menjadi cara efektif membersihkan lahan.

Lihat juga...