Gelar Budaya Nusantara Akan Meriahkan HUT ke-44 TMII

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Peringatan HUT ke-44 Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 19-21 April 2019 mendatang, akan dihiasi dengan berbagai pementasan budaya bangsa. Dikemas dengan tema ”Taman Mini Indonesia Indah Merupakan Rumah Budaya Bangsa Sebagai Wujud Bhinneka Tunggal Ika”. 

“Kami harapkan HUT ke-44 TMII dengan gelaran ragam budaya bangsa, dapat menghibur dan memberikan wawasan atau edukadi kepada masyarakat luas,” kata Ketua Umum HUT Ke-44T MII, Eri Subada, pada konferensi pers di ruang perpustakaan TMII, Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Eri menjelaskan, kegiatan HUT ke-44 TMII ini lebih diringkas. Tahun-tahun sebelumnya, sampai 10 hari pekan HUT ini. Tetapi, mengingat akan menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) pada 17 April mendatang, manajemen TMII membatasi kegiatan cukup singkat, dengan kegiatan utama dimulai pada 19-21 April 2019.

Namun demikian, kata Eri, sebenarnya kegiatan ini sudah dimulai pada akhir Maret dan 1 April. Yakni, dengan ziarah ke makam almarhum Presiden HM Soeharto dan Ibu Negara Tien Soeharto, di Astana Giribangun, Karanganyar, Jawa Tengah.

Pada 19 April 2019, di Sasono Utomo akan diadakan selamatan keluarga besar TMII. “Ketua Umum Yayasan Harapan Kita (YHK), Siti Hardijanti Rukmana (Tutut Soeharto), akan hadir pada syukuran TMII ini,” ujar Eri.

Pada selamatan tersebut akan dipanjatkan doa yang dibawakan oleh tujuh tokoh pemuka agama. Ungkapan doa itu merupakan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena telah memperkuat pemahaman seluruh potensi yang terwadahi di TMII.

Eri berharap, agar kita sebagai bangsa selalu merasa bangga atas keberadaan TMII yang mampu menjaga, memelihara dan mengembangkan budaya bangsa Indonesia.

“Kami berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan peran TMII sebagai wahana pelestarian ragam budaya Indonesia. Dalam upaya mendukung dan mempererat rasa persatuan dan kesatuan NKRI, serta meningkatkan dan menggelolarkan semangat bhinneka tunggal ika,” ujar Eri.

Ketua I Panitia HUT ke-44 TMII, Diono menambahkan, HUT TMII akan dibuka  oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya, di Gedung Sasana Kriya pada Jumat (19/4/2019).

Pembukaan dimeriahkan dengan Exspo Nusantara di Gedung Sasana Kriya, menampilkan pameran produk unggulan daerah bertajuk “Produk UKM dan Industri sebagai Potensi Unggulan Daerah”.

Selain itu, pameran bersama museum se-Indonesia dengan tema “Museum dan Industri”. Festival kuliner dengan tema “Kuliner Nusantara Peluang Bisnis Usaha”, memeriahkan acara ini.

“Kuliner nusantara ini menyajikan ragam masakan khas daerah dari setiap anjungan,” ujar Diono.

Kemeriahan juga diwarnai dengan museum talk. Yakni, koneksi yang nyata antara museum dan komunitas. Berlanjut dengan persembahan Putri Tourism Expo.

Acara puncak HUT ke-44T MII pada 20 April 2019 pukul 13.30 WIB di Sasono Langen Budoyo, akan menampilkan drama tari “Cahaya  Zaman”, persembahan tim kesenian Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Drama tari ini menceritakan tentang perjuangan pahlawan nasional bernama Walanda Maramis. Puncak HUT TMII ini akan dihadiri oleh Ketua DPR RI, Gubernur Sulut, Ketua Pembina YHK, Dirut TMII.

“Puncak HUT juga dimeriahkan dengan gebyar seni tari dan musik nusantara, didukung oleh 300 penari potensi Diklat Seni TMII dan FORSENDI,” kata Diono.

Selain itu, kesenian rakyat seperti Barong Caplok dan Bola Api, serta pergelaran wayang kulit digelar di Plaza Tugu Api Pancasila.

Acara penutup HUT ke-44 TMII pada 21 April 2019 pukul 14.00 WIB, di Plaza Tugu Api Pancasila, dimeriahkan dengan Pawai Budaya Nusantara, dengan menampilkan Reog Kendang Agung, Atraksi Ondel-Ondel Masal.

Ada pun acara pendukung lainnya, adalah Festival Pencak Silat Nusantara VI, gebyar pesta rakyat di setiap anjungan daerah dan unit, pergelaran wayang kulit semalam suntuk, festival Ramayana ke-3 bertajuk “Merajut Rasa dan Karsa dalam Kebhinekaan”.

Lomba Burung Perkutut Tingkat Nasional dan lainnya juga dilaksanakan sebagai apresiasi dari seluruh pihak. Lomba keindahan lingkungan antaranjungan daerah, museum dan unit usaha. Juga lomba olah raga keluarga besar TMII, bakti sosial, donor darah dan santunan.

Lihat juga...