Gelombang Besar Sebabkan Tanggul di Desa Hepang, Ambruk

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Gelombang tinggi yang terjadi di pantai selatan laut Flores, sejak Minggu (14/4) masih terus terjadi hingga saat ini. Akibatnya, tanggul penahan gelombang sepanjang sekitar 500 meter di Desa Hepang, Kecamatan Lela, rusak parah.

“Saat musim angin kencang, gelombang besar akan menerjang pantai. Ini menyebabkan tanggul penahan gelombang pun ambruk. Rusaknya tanggul juga terjadi karena pasir terus terkikis air laut,” sebut Paulus Afriuds, warga Desa Hepang, Rabu (24/4/2019).

Camat Lela, Ricardus Piterson. -Foto: Ebed de Rosary

Paulus menyebutkan, di beberapa titik tanggul penahan gelombang telah rubuh dihantam ombak. Ini membuat air laut masuk hingga ke pemukiman warga, bahkan hingga mencapai jalan raya yang menghubungkan Desa Hepang dan Desa Kolidetung.

Menurutnya, jalan aspal pun mengalami kerusakan, dan hanya tersisa batu-batu yang digunakan sebagai pondasi jalan saja. Setiap kali ada ombak besar, hempasannya melewati tanggul dan menggeangi jalan raya.

“Ombak besar biasanya terjadi saat bulan Desember hingga Februari, tapi sekarang ini saja, ombak masih besar. Ketinggian ombak rata-rata antara satu meter hingga tiga meter dan melewati ketinggian tanggul yang hanya sekitar 2,5 meter,” ungkapnya.

Paulus meminta, agar jalan raya tersebut bisa digeser beberapa puluh meter lagi ke bagian utara. Dengan begitu, saat terjadi angin kencang dan gelombang besar, hempasan gelombang tidak menutupi badan jalan raya.

“Kalau saat angin kencang dan air laut pasang, hempasan gelombang bisa menutupi badan jalan. Ini membuat kendaraan seperti angkutan kota dan sepeda motor pun takut melintas, karena pasti terkena air laut,” tuturnya.

Camat Lela Ricardus Piterson, mengakui di saat musim kemarau dan gelombang tinggi, jalan-jalan aspal yang menghubungkan desa-desa di pesisir pantai selatan Kabupaten Sikka, terancam putus dan sulit dilewati.

“Jalan  dari Hepang menuju Kolidetung di sebelah barat pun sulit dilakukan pengaspalan, sebab terjangan air laut selalu melewati tanggul, sehingga menggenangi jalan raya dan menyebabkan kerusakan pada badan jalan,” ungkapnya.

Piterson mengusulkan, agar tanggul penahan gelombang dibangun lebih tinggi, atau jalan raya dipindah ke lokasi lain di sebelah utara yang agak jauh dari pantai, agar membuat kondisi jalan bisa bertahan lama setelah diaspal.

Lihat juga...