Generasi Milenial Diajak Awasi Penggunaan Pajak

Editor: Mahadeva

MALANG – Hingga saat ini, pendapatan negara yang tercatat di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih di dominasi dari sektor pajak.

Termasuk alokasi APBN yang diturunkan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hal ini menunjukkan, betapa pentingnya sektor pajak, khususnya bagi pembangunan. “Maka sesungguhnya membayar pajak tidak hanya sekedar kewajiban, tetapi juga harus menjadi kebutuhan kita semua. Karena pajak memang dari dan untuk rakyat,” ujar Walikota Malang, Sutiaji, saat menghadiri acara, Sosialisasi Tax Goes to School, Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) di Taman Krida Budaya, Sabtu (20/4/2019) malam.

Oleh karenanya, pemahaman terkait betapa pentingnya pajak untuk pembangunan harus dilakukan sedini mungkin termasuk kepada anak sekolah. Menurut Sutiaji, generasi milenial seharusnya bisa menjadi corong, dan motivator BP2D. “Harapannya anak-anak melalui kegiatan tax goes to school, bisa menjadi corong BP2D untuk menyampaikan kepada WP termasuk didalamnya kepada keluarga masing-masing siswa, tetangga, maupun masyarakat sekitar terkait betapa pentingnya pajak bagi pembangunan,” terangnya.

Walikota Malang, Sutiaji, menyampaikan pentingnya pajak bagi pembanguna-Foto Agus Nurchaliq

Pengenalan pajak tidak hanya pada generasi muda, tetapi berbagai elemen masyarakat. Terlebih lagi, Sutiaji telah memberikan target kepada BP2D, di 2023 pendapatan dari pajak minimal ditargetkan mencapai Rp1,2 triliun setiap tahunnya. “Kalau di 2019 targetnya hanya Rp650 juta, di 2023 nanti minimal harus mencapai Rp1,2 triliun,” ucapnya.

Sutiaji optimistis target tersebut bisa terpenuhi, karena banyaknya Wajib Pajak (WP) baru yang akan bisa dikembangkan BP2D. Tidak hanya itu, Sutiaji juga mengajak generasi milenial untuk bersama-sama mengawasi bagaimana pemanfaatan pajak ketika sudah menjadi pendapatan untuk dibelanjakan. Dengan begitu diharapkan tidak akan terjadi kebocoran. “Mari kita awasi bersama, agar tidak terjadi kebocoran. Karena ketika pendapatan itu tinggi, semoga kedepan SMA dan SMK bisa gratis,” tutupnya.

Dalam sosialisasi kegiatan tersebut, BP2D kota Malang menggandeng SMA Negeri 10. Acara tersebut juga dimeriahkan dengan panggung kesenian, untuk menarik minat siswa belajar tentang pajak.

Lihat juga...