Gunung Agung Erupsi, Kolom Abu Capai 2.000 Meter

183
Tim BPBD Kabupaten Klungkung membagikan masker kepada masyarakat yang melintas (Ant)

DENPASAR – Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, kembali mengalami erupsi pada Minggu (21/4/2019) pukul 03.21 Wita.

Ketinggian kolom abu eruypsi teramati sekira 2.000 meter di atas puncak atau 5.142 meter di atas permukaan laut. “Kolom abu teramati berwarna kelabu, dengan intensitas tebal condong ke arah Barat Daya. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi 2 menit 55 detik,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali, I Made Rentin, Minggu (21/4/2019).

Akibat erupsi, tidak ada korban jiwa maupun luka. Namun, sejumlah daerah di Kabupaten Karangasem terpapar hujan abu tebal hingga tipis. Di Karangasem, paparan hujan abu terjadi di Kecamatan Selat (Bukit Galah, Sebun, Telung Bhuana, Badeg Tengah, Badeg Dukuh, Perang Sari, Geriana Kauh, Tegeh Amertha Bhuana, Pura Pasar Agung Sebudi, Br. Pura Sebudi). Di Kecamatan Bebandem (Banjar/Dusun Nangka, Banjar Bukit Paon, wilayah Banjar Butus bagian atas, Banjar Yeh Kori Jungutan, Desa Sibetan bagian atas).

“Paparan hujan abu juga terjadi di luar daerah Kabupaten Karangasem, yaitu di Kabupaten Bangli dan Klungkung. Bahkan, saat ini paparan hujan abu sudah sampai di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar,” ujar lelaki yang yang juga Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali tersebut.

Saat ini, personel BPBD sudah turun ke lapangan untuk membagikan masker ke lokasi terdampak hujan abu. Tim juga melakukan assessment, dampak erupsi serta berkoordinasi dengan instansi terkait. Untuk di Kabupaten Klungkung, di area lapangan Puputan Klungkung (car free day), seputaran perempatan agung dan depan Kantor BPBD Klungkung juga dilakukan pembagian masker oleh Tim BPBD Klungkung kepada masyarakat.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar memakai masker jika sedang beraktivitas di luar rumah untuk mengurangi dampak sebaran abu vulkanik terhadap kesehatan. Saya juga masih berkomunikasi dengan pihak Angkasa Pura terkait kemungkinan dampak abu erupsi terhadap penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...