Hadapi Revolusi Industri 4.0, Mahasiswa Perlu Literasi Baru

Editor: Koko Triarko

183
Rektor Universitas Bung Hatta, Azwar Ananda, di acara seminar/ -Foto: M. Noli Hendra

PADANG – Rektor Univesitas Bung Hatta (UBH) Padang, Sumatra Barat, Azwar Ananda, menegaskan perlunya literasi bagi para mahasiswa era kini dalam menghadapi Revolusi 4.0.

Azwar Ananda mengatakan, saat ini Indonesia tengah memasuki era revolusi industri 4.0, yaitu era dunia industri digital telah menjadi suatu paradigma baru dalam tatanan kehidupan. Untuk itu, diperlukan literasi baru yang mencakup literasi data, literasi teknologi, literasi manusia dan meninggalkan literasi lama.

“Literasi data terkait dengan kemampuan membaca, menganalisis dan membuat konklusi berpikir berdasarkan data dan informasi yang diperoleh. Literasi teknologi terkait dengan kemampuan memahami cara kerja mesin. Literasi manusia terkait dengan kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, kreatif dan inovatif,” ungkapnya, dalam seminar bertema ‘Peluang dan Tantangan Profesi Akuntan dalam Menghadapi Revolusi 4.0, yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UBH, di Aula Gedung 6 lantai 4 Kampus II UBH Aia Pacah, Senin (15/4/2019).

Untuk itu, katanya, tugas dunia pendidikan saat ini melalui proses pembelajarannya bukan hanya menekankan pada penguatan kompetensi literasi lama, tetapi mengokohkan pada penguatan literasi baru yang menyatu dalam penguatan kompetensi bidang keilmuan dan keahlian atau profesi.

“Mahasiswa zaman sekarang atau yang dikenal kaum milenial, dituntut untuk memiliki kompetensi yang mumpuni untuk bisa hidup di era Industri 4.0 ini,” jelasnya.

Senada dengan itu, Wali Kota Padang yang diwakili Kepala Bagian Perekonomian Kota Padang, Edi Dharma, mengatakan, kehadiran revolusi industri 4.0 membawa perubahaan penyesuaian pekerjaan pada manusia, mesin, teknologi dan proses di berbagai bidang profesi, termasuk profesi akuntan.

Revolusi industri menuntut profesi akuntan untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi dan bigdata.

Para akuntan di era digital tidak boleh memandang sebelah mata dampak dari teknologi, dan perlu menguasai data nonkeuangan seperti data analisis, information technology development, dan leadership skills.

Penggunaan bigdata dan cloud computing dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas pekerjaan akuntan, dan saat ini sudah banyak perusahaan yang mengembangkan teknologi ini,” jelasnya.

Menurutnya, lulusan akuntansi saat ini tidak bisa hanya mengandalkan ijazah saja, namun harus dibekali dengan sertifikat keahlian yang sesuai dengan standar yang dibutuhkan industri, untuk menentukan lulusan pada kemampuan terbaiknya demi membangun ekosistem yang lebih akuntable dan goal oriented.

Sementara itu, Ketua Pelaksana, Muttyara Ermanda, mengatakan, seminar nasional bertujuan untuk memberikaan pemahaman kepada akuntan, bagaimana bertindak di era revolusi 4.0 ini.

“Seminar ini dipersiapkan selama satu bulan, dengan jumlah panitia 40 orang,” ujarnya.

Pembicara pada seminar tersebut; Triyanto AK. MM. MH. CA. CPA. (Pusat Pembinaan Profesi Keuangan Kementrian Keuangan Republik Indonesia), Isnaeni Achdiat, SH., MAk., CISA. CISM., CGET. (Dewan Pengurus Akunntan Ikatan Akuntan Indonesia), dan Elfa Yonnedi (Komisaris PT. Asuaransi Bangun Asprida).

Lihat juga...