Harga Jual Hasil Pertanian Turun, Warga Pulau Rimau Balak Mengeluh

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Warga Pulau Rimau Balak yang mendiami dusun Gusung Berak, Peritaan, Sukamaju dan Buah mengeluhkan turunnya harga komoditas pertanian.

Akrim, salah satu warga Dusun Gusung Berak menyebut, harga sejumlah komoditas tuturn sejak dua pekan terakhir. Beberapa komoditas merupakan hasil budi daya warga di salah satu pulau berpenghuni di Selat Sunda tersebut. Komoditas pertanian tersebut diantaranya, cabai rawit, kelapa, pisang, buah-buahan, kelapa serta kakao.

Harga komoditas pertanian tersebut, saat ini dinilainya tidak sebanding dengan biaya operasional, mulai dari menanam hingga panen. Cabai rawit, yang semula Rp20.000 perkilogra, saat ini di tingkat petani hanya dibeli Rp13.000 perkilogram.  Cabai rawit yang sudah dipanen sebagian dijual di pemilik usaha kuliner serta di pedagang pengecer di Pasar Tradisional Bakauheni.

“Cabai rawit harus segera dipanen saat menjelang tua, karena jika tidak akan membusuk di pohon. Daripada merugi lebih baik menjualnya meski harga sedang anjlok,” terang Akrim kepada Cendana News, Sabtu (20/4/2019).

Idayati (kiri) membeli cabai rawit hasil panen dari Pulau Rimau Balak – Foto Henk Widi

Selain cabai rawit, penurunan juga terjadi pada kelapa dalam. Buah kelapa pergandeng, berisi dua butir, semula dijual Rp3.000 kini hanya Rp1.500. Turunnya harga kelapa disebabkan proses distribusi menggunakan perahu. Komoditas lainnya yang harganya turun adalah pisang. Beberapa jenis pisang yang semula dijual Rp20.000, kini hanya Rp10.000 hingga Rp15.000 pertandan.

“Penurunan harga mulai berlangsung sejak dua pekan terakhir karena membanjirnya hasil panen dari sejumlah sentra pertanian di Lampung,” cetus Akrim.

Harga perkilogram kakao kering dua pekan terakhir hanya Rp20.000 perkilogram. Padahal sebelumnya harga perkilogram bisa mencapai Rp25.000 hingga Rp30.000. Penurunan harga kakao disebabkan kualitas kakao yang rendah, akibat proses panen bersamaan dengan musim penghujan.

Pengusaha kuliner Idayati, pedagang gorengan dan makanan tradisional lontong pecel menyebut, harga cabai rawit yang murah membantu usahanya. Perkilogram cabai rawit semula dibeli Rp20.000, kini Rp13.000. “Meski harga cabai rawit murah namun saat ini kendala bagi usaha kuliner adalah naiknya harga bawang merah dan bawang putih,” cetus Idayati.

Idayati menyebut, harga bawang merah sebelumnya Rp35.000 perkilogram, kini naik menjadi Rp40.000 perkilogram. Sementara bawang putih semula Rp25.000, naik menjadi Rp35.000 perkilogram. Kenaikan dua jenis bumbu tersebut, membuat Dia harus menyiasati penggunaan bumbu. Beruntung harga cabai rawit mulai turun, sehingga membantu biaya bahan baku pembuatan kuliner yang ditekuninya.

Lihat juga...