Hari Tari Sedunia, Momentum Lestarikan Budaya Bangsa

Editor: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Perayaan Hari Tari Sedunia 2019 merupakan gagasan untuk senantiasa memuliakan seni budaya bangsa.

Demikian disampaikan Plt. Direktur Peneliti, Pengembangan dan Budaya TMII, Ertis Yulia Manikam, dalam sambutannya pada gelaran Hari Tari Sedunia bertajuk “Panggung Tanpa Sela Kami Muda Kami Menari’ di Anjungan Jawa Timur TMII, Jakarta, Sabtu (27/4/2019).

“Perayaan Hari Tari Sedunia ini momentum semangat untuk melestarikan seni budaya bangsa,” kata Ertis.

Dia merasa bangga karena semua penari yang tampil dalam pagelaran ini dapat berpartisipasi melestarikan budaya bangsa. Menurutnya, tari merupakan bagian menyampaikan satu gagasan, rasa dan karya cipta kepada orang lain.

“Menari itu menjadi suatu cara yang sangat santun, halus dan indah serta mampu membuat hati orang yang melihatnya tersentuh. Karena apa yang disampaikan sangat bermakna, dipahami dan dihayati,” ujarnya.

Sehingga anak-anak yang belajar menari, jelas dia, menjadi anak yang cerdas dan kaya hati. “Insyaallah kehidupan mereka ke depan menjadi indah. Itulah yang kita harapkan,” tandasnya.

Dia menegaskan, tari memberikan inspirasi dan kontribusi dalam membangun umat manusia untuk hidup berdampingan dalam balutan ragam kreasi.

Perayaan Hari Tari Dunia 2019 ini sebagai langkah untuk memotivasi dan membina kesenian tari daerah. Terpenting untuk menumbuhkan semangat berkesenian generasi muda.

Ertis berharap, orang tua mendukung anak-anaknya untuk lebih mengenal dan mendalami seni tari. “Generasi muda adalah pilar utama pembangunan bangsa yang harus menghargai sejarah dan seni budaya bangsa,” tegasnya.

Pada kesempatan ini, Ertis mewakili manajemen TMII mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Jawa Timur melalui Badan Penghubung Daerah Provinsi Jawa Timur di Jakarta, atas gelaran Panggung Tanpa Sela ini.

Begitu pula kepada Anjungan Jawa Timur yang secara konsisten mendukung kegiatan TMII melestarikan budaya.

Dengan usia ke-44 Tahun, TMII menurutnya, senantiasa membuka diri dengan semua pihak dalam upaya pelestarian dan pengembangan seni budaya bangsa.

“Usia 44 tahun, TMII cukup dewasa. Kami berharap ke depan TMII lebih bermanfaat bagi bangsa dan negara,” tutupnya.

Lihat juga...