Hasil Panen di Purbalingga Terus Meningkat

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

237

PURBALINGGA — Hasil panen di Kabupaten Purbalingga dalam tiga tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Bahkan sampai surplus beras di 2018 lalu.

Kepala Dinpertan Kabupaten Purbalingga, Lily Purwati. (FOTO : Hermiana E. Effendi)

Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Purbalingga, Lily Purwati mengatakan,  2016 hasil panen mencapai 51.000 ton, kemudian 2017 meningkat menjadi 53.000 ton dan 2018 menjadi 69.798 ton. Peningkatan ini, menurutnya, karena dilakukannya gerakan percepatan tanam padi di berbagai wilayah.

“Gerakan percepatan tanam padi terus digalakan, sehingga peningkatan hasil panennya cukup signifikan,” terangnya, Senin (22/4/2019).

Lebih lanjut Lily menjelaskan, 2018 lalu, produktifitas padi rata-rata mencapai 66,44 kuintal per hektare. Diproduksi menjadi gabah kering giling(GKG) 281.368 ton dengan rendemen beras sebesar 63 persen dan menghasilkan 177.825 ton beras. Sementara luasan sawah mencapai 42.346 hektare.

“Ada penyusutan sebesar 10,49 persen, sehingga produksi netto beras 159.171 ton. Sedangkan, kebutuhan beras untuk masyarakat Purbalingga selama satu tahun sebanyak 89.373 ton, jadi ada surplus 69,798 ton,” jelasnya.

Mendukung capaian tersebut, lanjut Lily, Dinpertan Purbalingga berupaya mensosialisasikan penggunaan varitas bibit padi yang ungul dan tahan hama. Yaitu padi inpari yang tahan dari serangan hama wereng.

Lily mengakui, sepanjang tahun 2018, serangan hama wereng cukup banyak, namun banyak tanaman padi yang selamat karena menggunakan bibit yang unggul.

“Tahun ini, kemungkinan serangan hama wereng masih sama, namun petani kita sudah mengambil langkah antisipasi dengan kembali menanam padi inpari,” terangnya.

Sementara itu, untuk tahun ini percepatan tanam padi dilakukan April, sehingga petani di Purbalingga akan siap panen pada Juni nanti. Juni diprediksi masuk kemarau, sehingga setelah panen nanti, petani diminta untuk melakukan gerakan gropyokan untuk mengantisipasi serangan hama tikus.

“Kita berharap kondisi surplus padi ini bisa terus dipertahankan untuk tahun-tahun ke depan, bahkan harus diupayakan untuk ditingkatkan,” pungkasnya.

Lihat juga...