Insiden Perayaan Kemenangan, Enam Pemain Milan-Lazio Didenda

156

JAKARTA — Enam orang pesepak bola AC Milan dan Lazio didenda oleh federasi sepak bola Italia, FIGC, menyusul insiden perayaan kemenangan dalam laga pekan ke-32 Liga Italia di Stadion San Siro, Milan, Italia, Minggu (14/4) dini hari WIB.

Hal itu diputuskan komisi disiplin Liga Italia pada Selasa (16/4) yang menjatuhkan denda senilai 10.000 euro (sekira Rp159 juta) kepada tiga pemain Milan Franck Kessie, Andrea Bertolacci dan Mateo Musacchio serta tiga pemain Lazio Lucas Leiva, Luiz Felipe dan Patricio Gabarron.

Kendati demikian dipastikan tidak ada sanksi larangan bertanding untuk nama-nama tersebut karena keterlibatan mereka dalam insiden itu, demikian dilaporkan Reuters.

Awalnya, gelandang Milan Tiemoue Bakayoko dan bek Lazio Francesco Acerbi bertukar seragam selepas kemenangan Milan 1-0. Kemudian Bakayoko dan Kessie mengibarkannya di hadapan tribun selatan San Siro, tempat suporter garis keras Milan Curva Sud, yang memantik kritik tajam.

Disebutkan terjadi perselisihan antara para pemain Milan dan Lazio selepas pertandingan.

“Tidak ada laporan dari petugas pertandingan. Sehingga komisi disiplin tidak berkompetensi untuk mengambil tindakan keras atas apa yang terjadi,” tulis komisi disiplin Liga Italia.

Belakangan disebutkan Bakayoko telah menelepon Acerbi untuk meminta maaf atas insiden tersebut.

Acerbi sendiri juga sepertinya menerima permintaan maaf tersebut ketika ia mencuit lewat twitter pribadinya pada Senin (15/4).

“Cukup dengan kontroversinya, kami akan menyelesaikannya di atas lapangan,” cuit Acerbi sembari menyematkan foto ia berpelukan dengan Bakayoko.

Sebelumnya, insiden itu mendapat kritik tajam dari Presiden FIGC Gabriele Gravina yang menyerukan agar ada sanksi disipliner.

“Ketika Acerbi memberikan seragamnya kepada pemain Milan dan bersalaman, itu membuktikan ia ingin menutup kontroversi yang ada,” kata Gravina.

“Namun, ketika seorang pemain menggunakan seragam itu seperti barang sitaan di hadapan suporter itu sikap yang buruk dan seharusnya bisa dicegah,” ujarnya menambahkan. (Ant)

Lihat juga...