hut

Jawa Barat Menjadi Juara Umum Pawai Budaya Nusantara TMII

Editor: Mahadeva

JAKARTA – Bebegig Sukamatri, menghantarkan Provinsi Jawa Barat meraih juara umum Pawai Budaya Nusantara Taman Mini Indonesia Indah (TMII) 2019.

Pawai Budaya Nusantara yang diikuti 18 provinsi, digelar untuk memeriahkan penutupan HUT kep44 TMII, di Plaza Tugu Api Pancasila TMII, Jakarta, Minggu (21/4/2019). “Semua penampil bagus, tapi Jawa Barat berhak meraih juara umum Pawai Budaya Nusantara TMII,” kata Sulistyo Tirtokusumo, salah satu juri.

Direktur Utama TMII, Tanribali Lamo berfoto menyerahkan piala kepada Kepala Badan Penghubung Provinsi Jawa Barat, Wawan Suwandi, peraih juara umum Pawai Budaya Nusantara TMII yaitu provinsi Jawa Barat,  di Plaza Tugu Api Pancasila TMII, Jakarta, Minggu (21/4/2019). Foto: Sri Sugiarti.

Kepala Badan Penghubung Provinsi Jawa Barat, Wawan Suwandi, merasa bangga atas prestasi para penarinya yang tampil maksimal. “Alhamdulilah kami bisa menampilkan yang terbaik, meraih juara umum Pawai Budaya Nusantara TMII. Kami bangga bisa melestarikan budaya tradisi bertajuk Bebegig,” tandasnya, usai menerima piala.

Jawa Barat menjadi penata atraksi terbaik dan arakan terbaik. Sehingga berhak meraih juara umum Pawai Budaya Nusantara TMII. Jawa Barat meraih piala bergilir dan piala tetap dari Menteri Pariwisata, serta uang pembinaan sebesar Rp15 juta dari Direktur Utama TMII.

Dalam kompetensi budaya nusantara, Jawa Barat membawakan cerita Bebegig Sumatri, sebuah suguhan seni tradisi dari Kabupaten Ciamis. Bagi orang Jawa Barat, Bebegig merupakan alat untuk menjaga tanaman padi dari serangan burung.

Tetapi Bebegig Sukamatri, bukanlah orang-orangan sawah. Melainkan sebuah repertoar seni tradisi heleran yang tumbuh dan berkembang di sebuah desa yang bernama Sumatri. Nama bebegig merupakan representasi penjaga lingkungan alam sekitar.

Bentuk visualnya berupa topeng kepala manusia raksasa, berambut gimbal terbuat dari injuk. Dan mahkota terbuat dari kembang bubuey dan daun waregu tersusun rapi di atas kepala topeng. Dihiasi pula kembang hahapaan dan daun pipicisan.

Direktur Utama TMII, Tanribali Lamo berfoto bersama peraih juara umum Pawai Budaya Nusantara TMII yaitu provinsi Jawa Barat,  di Plaza Tugu Api Pancasila TMII, Jakarta, Minggu (21/4/2019). Foto: Sri Sugiarti

Atribut tersebut diambil dari tanaman liar yang tumbuh di Desa Sumatri, yang bagi masyarakatnya memiliki makna filosofi. Bahkan, konon pada mulanya, topeng tersebut dibuat oleh Prabu Sampular, penguasa wilayah Tawang Gantungan yang terkenal dengan kesaktiannya. “Untuk menjaga wilayahnya dari orang-orang jahat, maka sang Prabu membuat topeng dengan wajah menyeramkan,” jelas Wawan.

Dengan ilmu yang dimiliki, bagi yang melihat terutama bagi yang berniat jahat, akan terlihat seperti mahluk raksasa yang menakutkan. “Bebegig kalau zaman kerajaan Galuh Pakuan, untuk menakuti Belanda supaya nggak masuk. Jadi di hutan-hutan itu banyak bebegig,” jelas Wawan.

Kini kesenian bebegig Sumatri tetap lestari dan kerap digelar pada acara pesta rakyat. Adapun penata musik atau iringan terbaik Pawai Budaya Nasional diraih Daerah Istimewa Yogyakarta. Penata rias dan busana terbaik dimenangkan Provinsi Jambi, dan penyaji unggulan adalah Kalimantan Selatan, Jawa Tengah dan Aceh.

Lihat juga...