Jelang Pemilu, Penumpang Kapal di Kendari Meningkat

191

KENDARI  – Arus penumpang antarpulau di pelabuhan Kendari, Sulawesi Tenggara, menuju beberapa wilayah kepulauan di Sultra dan antarprovinsi menjelang Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif 17 April alami peningkatan dibanding hari biasanya.

Pantauan di pelabuhan antarpulau di Kendari, Selasa, sejumlah pemilik kapal mengaku ada peningkatan penumpang dari Kendari menuju beberapa daerah kepulauan yang mengaku pulang untuk menunaikan hak pilihnya di daerah masing-masing.

“Memang benar ada peningkatan jumlah penumpang selama dua hari ini. Kalau sebelumnya penumpang yang naik hanya rata-rata 50 hingga 75 orang, namun dua hari ini jumlah penumpang hingga 100 orang lebih,” kata Udin (40), salah seorang anak buah kapal (ABK) KM Izhar dengan tujuan dari Kendari menuju Pulau Salabangka, Bungku Provinsi Sulawesi Tengah.

Ia mengatakan, peningkatan jumlah penumpang yang pulang kampung itu didominasi para pelajar dan mahasiswa yang tinggal sementara di Kota Kendari dan sebagian lainnya karyawan perusahaan serta pekerja di toko-toko yang pulang untuk mencoblos di kampungnya.

Kepala UPTD Pelabuhan Penyeberangan Kendari-Wawonii, Masyur Benhur, mengatakan, peningkatan arus penumpang dalam rangka menyambut pemilihan Presiden dan pemilu Legistif 2019 diakui signifikan meskipun tidak seramai dengan arus mudik Lebaran yang setiap tahun membludak.

Ia mengatakan, aktivitas di pelabuhan Kendari-Wawonii, setiap hari memang tergolong padat, tidak hanya kapal-kapal tradisional antardaerah dan antarprovinsi, tetapi juga ada kapal fery yang melayani antarkabupaten/kota.

Khusus kapal kayu antarprovinsi, lanjut Benhur, dalam satu minggu sedikitnya ada empat hingga enam unit kapal yang silih berganti melayani penumpang dan memuat barang, sedangkan kapal ferry melayani penumpang antardua kabupaten kota, yakni dari pelabuhan Kendari menuju Wawonii Kabupaten Konawe Kepulauan.

Terkait tarif angkutan kapal antarpulau dan antarprovinsi, Benhur mengatakan, hingga saat ini belum alami kenaikan yakni Rp100.000 per orang dengan jarak tempuh 4-5 jam di atas laut. Sedangkan tarif kapal Ferry dari Kendari-Wawonii Rp45.000 per orang. (Ant)

Lihat juga...