hut

Jelang Ramadan, BKP Perketat Perlalulintasan Hewan Karantina

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Bandarlampung memperketat perlalulintasan Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK). Peningkatan dilakukan menjelang bulan suci Ramadan 2019.

drh. Muh. Jumadh,M.Si, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung – Foto Henk Widi

Kepala BKP Kelas I Bandarlampung, drh. Muh. Jumadh, M.Si, menyebut, perlalulintasan yang diperketat terutama komoditas daging babi celeng (SusScrofa). Perlalulintasan daging babi celeng, berpotensi dijadikan bahan pangan dengan disamarkan melalui hasil olahan.

Jenis olahan tersebut diantaranya bakso, nuget, sosis atau dijual dalam kondisi daging dioplos dengan daging sapi. Upaya penyelundupan daging babi celeng disebut Jumadh, masih kerap terjadi. Daging dikirim tanpa melalui dokumen yang dipersyaratkan.

Perlalulintasan daging babi ilegal yang tidak terpantau oleh Karantina berpotensi merugikan masyarakat. Oknum tidak bertanggungjawab, berpotensi menggunakannya sebagai oplosan daging sapi. Alasan mendasar perlalulintasan daging babi tanpa dokumen dilarang, karena daging tersebut kerap dikirim tanpa alat angkut yang dipersyaratkan.

Selama ini babi hutan kerap menjadi hama, sebagian diburu sebagai hewan liar. Peluang ekonomi daging tersebut untuk konsumsi bagi masyarakat tertentu, membuat permintaan meningkat. Namun dalam proses pengiriman, daging babi hanya diberi es serta disamarkan dengan barang lain.

Imbasnya, potensi pembusukan terjadi, dan daging babi yang busuk berbahaya bagi kesehatan manusia. “Standar kesehatan masyarakat veteriner yang ditetapkan adalah, daging dalam kondisi aman, sehat, utuh dan halal. Sementara selama ini, perlalulintasan daging tidak memenuhi standar tersebut,” terang Jumadh, kepada Cendana News, Jumat (26/4/2019).

Kebutuhan akan daging berpotensi meningkat menjelang Ramadan, membuat BKP Lampung memperketat pengawasan. Perlalulintasan daging celeng keluar dari Sumatera meliputi pelabuhan Bakauheni, Pelabuhan Panjang, serta Pelabuhan Muara Piluk.

Pengiriman daging babi hutan atau celeng asal Sumatera tujuan Jawa melalui pelabuhan Bakauheni tercatat masih tinggi selama kurun waktu enam tahun terakhir. Jumadh menyebut, penahanan daging babi hutan sudah dilakukan 57 kali oleh BKP Kelas I Bandarlampung.

Total 99.280 kilogram daging celeng asal Sumatera berhasil diamankan dan dimusnahkan. Sejumlah pelaku penyelundupan telah diproses sesuai perundangan yang berlaku.  Di 2014 daging celeng yang diamankan ada 32.000 kilogram, 2015 ada 38.225 kilogram, 2016 ada 5.300 kilogram. Kemudian di 2017 ada 13.600 kilogram, di 2018 ada 7.930 kilogram dan di 2019 berjumlah 2.225 kilogram.

Di 2019, penggagalan pengiriman daging celeng terakhir terjadi pada Maret lalu, dengan total daging yang diamankan 1.500 kilogram. Daging celeng sebanyak 1,5 ton tersebut dimusnahkan Jumat (26/4/2019) dengan dibakar.

Tercatat tujuh pelaku sejak 2017 telah mendapat putusan pengadilan. Ada yang dihukum 2 tahun 3 bulan, denda Rp150 juta subsidier empat bulan. Beberapa pelaku lain mendapat hukuman 2 tahun denda RP50 juta subsidier dua bulan.

Hukuman terhadap pelaku penyelundupan daging celeng tersebut mengacu UU No.16/1992, pasal 6 ayat (a) dan (c), pasal 9 ayat (1) junto pasal 31 ayat (1) dan (2), tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

AKP Poeloeng Arsa Sidanu,SIK, Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Bakauheni – Foto Henk Widi

Hasil laboratorium disebutnya digunakan sebagai kajian ilmiah dan dasar pemusnahan terhadap daging celeng yang dibawa. Tindakan pemusnahan terhadap media pembawa daging babi dilakukan setelah mendapatkan izin dari Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang.

AKP Poeloeng Arsa Sidanu, SIK, Kapolsek Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni menyebut, pihaknya terus memantau perlalulintasan barang tanpa dokumen termasuk daging celeng. Komoditas tersebut, berpotensi digunakan tidak semestinya untuk bahan pangan.

Saat Ramadan, upaya pengetatan akan terus dilakukan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni. Pemeriksaan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni dilakukan dengan razia rutin. “Kepolisian akan terus berkoordinasi dengan karantina, agar bisa meminimalisir penyelundupan daging celeng melalui pelabuhan Bakauheni,” tegas AKP Poeloeng Arsa Sidanu.

Lihat juga...