JK Pastikan Pemerintah Perhatikan Nasib Korban Gempa di Lombok

Editor: Koko Triarko

LOMBOK TENGAH – Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK), memastikan, bahwa pemerintah pusat akan terus memperhatikan nasib masyarakat korban gempa, terutama pembangunan rumah, sampai benar – benar jadi dan siap ditempati.

Hal tersebut disampaikan JK ketika meninjau progres pembangunan rumah masyarakat korban gempa, Desa Teratak, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu (6/4/2019).

“Pemeritah akan terus memperhatikan kondisi masyarakat yang terdampak gempa, terutama pembangunan rumah, supaya bisa hidup normal kembali,” kata JK.

Ia juga meminta kepada masyarakat, relawan termasuk aparat TNI untuk bahu-membahu bergotong-royong menyelesaikan pembangunan rumah tahan gempa masyarakat.

Wakil Presiden, Jusuf Kalla meninjau progres pembangunan rumah masyarakat korban gempa Lombok, Desa Teratak, Kabupaten Lombok Tengah –Foto: Turmuzi

Kepada masyarakat, apa yang diberikan selama ini diperihara dengan baik, insyaallah pada waktunya seluruh pembangunan rumah masyarakat korban gempa akan bisa tuntas semua dibangun.

Kepala Desa Teratak, Muh. Ifkan, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Wapres yang telah datang meninjau secara langsung progres pembangunan rumah tahan gempa pasca dilanda gempa beberapa waktu lalu.

“Alhamdulillah, Pak JK, pembangunan rumah korban gempa di desa kami, sebagian telah rampung dan bisa ditempati dan sebagian lain masih dalam proses finishing,” katanya.

Dikatakan, bagi masyarakat Desa Teratak, dana bantuan pembangunan rumah yang diberikan pemerintah pusat, sangat dirasa membantu.

Rohani, Warga Desa Teratak juga mengaku sangat berterimakasih atas bantuan dana pembangunan rumah diberikan, sebab dengan dana sebesar Rp50 juta tersebut, dirinya sekarang bisa memiliki rumah kembali.

Diakuinya, sebelum dibangunkan rumah jenis rumah instan sehat sederhana (Risha) yang sekarang, rumah asli hanya rumah dengan dinding batako, dengan besaran yang hampir sama dengan rumah yang dibangunkan sekarang.

“Terima kasih banyak kepada pemerintah yang telah membantu kami memiliki rumah kembali, setelah kurang lebih hampir lima bulanan tinggal di tenda pascagempa,” katanya.

Lihat juga...