Jumlah Impor Daging Sapi di Mataram, Meningkat

157
Daging sapi, ilustrasi -Dok: CDN

MATARAM – Dinas Pertanian Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, akan membatasi izin impor daging sapi beku, untuk menjaga harga daging sapi lokal tetap stabil.

“Kalau impor daging beku tidak dibatasi, kami khawatir dapat merusak harga daging lokal dan bisa jadi daging lokal tidak laku,” kata Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram, H Mutawalli, di Mataram, Selasa (23/4/2019).

Dikatakannya, kekhawatiran terhadap makin banyaknya peredaran daging beku di Mataram, karena dari grafik impor daging beku dalam beberapa bulan terakhir ini terlihat mulai meningkat.

Hal itu tentu dipicu semakin tingginya peminat daging beku, sehingga tren penjualannya meningkat, meskipun pangsa pasarnya hanya untuk di “supermarket”.

Menurutnya, peningkatan itu kemungkinan terjadi karena harga daging beku yang dijual lebih murah dibandingkan daging lokal. Daging beku harganya hanya Rp70.000-80.000 per kilogram, sedangkan daging lokal mencapai Rp120.000 sampai Rp130.000 per kilogram.

“Setiap bulan izin impor daging beku ke Kota Mataram mencapai 17 ton sampai 20 ton, namun kini mulai meningkat pada kisaran 20 ton hingga 25 ton,” katanya.

Karena itu, lanjutnya, untuk menjaga harga daging sapi lokal tetap stabil, maka izin impor daging beku akan diperketat, agar tidak melampaui jumlah yang telah ditetapkan.

“Kami rasa, angka maksimal 20 ton impor daging beku per bulan sudah cukup. Kalau dipikir-pikir, jumlah itu pun termasuk banyak,” katanya.

Menyinggung tentang kenaikan harga daging sapi yang mulai beranjak pada Rp125.000-130.000 per kilogram, Mutawalli menyebutkan hal itu biasa terjadi menjelang  Ramadan, karena permintaan meningkat.

Sementara itu, untuk stok sapi di daerah ini tidak ada masalah begitu juga proses pemotongan ternak sapi di dua rumah potong hewan (RPH), yakni di RPH Majeluk dan RPH Sekarbela, masih stabil.

“Sehari sapi yang dipotong masih berkisar 20-25 ekor, jumlah ini masuk kategori stabil,” ujarnya. (Ant)

Lihat juga...