Jumlah Petani Menurun, Kementan Kerahkan Mesin

156
Alat Pamanen Padi (DOK CDN)

BOGOR – Kementerian Pertanian menyebut, telah terjadi penurunan jumlah petani di Indonesia. Hal tersebut mendorong digunakannya alat mesin pertanian, yang justru dinilai dapat bekerja lebih efisien dan murah.

“Kekurangan SDM (petani) itu bisa diantisipasi dengan mengerahkan dan mengoptimalkan pemanfaatan alat dan mesin pertanian,” kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian SDM Kementan, Momon Rusmono, Sabtu (13/4/2019).

Momon memberikan perbandingan, setiap petani membutuhkan waktu lebih dari satu hari untuk memanen satu hektare lahan. Kegiatannya dilakukan dengan menggunakan cangkul. Tapi, menggunakan mesin panen bernama Combine Harvester, hanya membutuhkan waktu satu hari untuk memanen tiga hektare lahan.

Selain lebih efisien, penggunaan mesin panen juga bisa memangkas biaya pengeluaran, dan beras yang dihasilkan lebih berkualitas. “Mau tidak mau ke depan pertanian harus berbasis moderenisasi pertanian. Dengan pemanfaatan alat dan mesin pertanian bisa lebih efisien,” ujarnya.

Panen menggunakan Combine Harvester, bisa meningkatkan kuantitas hasil tani. Butir hampa padi yang terangkut hanya sedikit. Sehingga penggunaan alat mesin pertanian, dilakukan karena mutu dan kualitasnya lebih baik dan lebih cepat.

Meski secara jumlah petani di Indonesia menurun, tapi menurutnya peminatnya justru meningkat. Hal itu dibuktikan berdasarkan meningkatnya jumlah pendaftar perguruan tinggi pertanian di Indonesia. “Jangan kaget, yang daftar ke Perguruan Tinggi Pertanian pada tiga empat tahun ini bertambah, termasuk Polbangtan Bogor. Tahun 2017 yang daftar ada 7.000 orang, yang diterima 1.000 orang. 2018 yang daftar ada 13.000 ribu orang, yang diterima 1.300 orang,” beber Momon.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pekerja di sektor pertanian tercatat ada 35,7 juta orang, atau 28,79 persen. Dari jumlah penduduk bekerja yang mencapai 124,01 juta jiwa di 2018. Di 2017, jumlah pekerja sektor pertanian mencapai 35,9 juta orang atau 29,68 persen dari jumlah penduduk bekerja 121,02 juta orang. (Ant)

Lihat juga...