Kader Posyandu di Gianyar Dilatih Pijat Bayi

Editor: Satmoko Budi Santoso

206

GIANYAR – Banyak teknik pemijatan khusus untuk bayi, tidak bisa dilakukan sembarangan. Alih-alih membuat bayi sehat, pemijatan yang salah justru dapat membahayakan bayi itu sendiri.

Namun tidak dapat dipungkiri dengan pemijatan yang benar justru dapat membantu tumbuh kembang bayi pada usia 0 bulan sampai dengan usia 3 tahun. Tak heran kini spa bayi mulai diminati kalangan ibu muda.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Gianyar bekerjasama dengan TP. PKK Kabupaten Gianyar, mengadakan pelatihan kader posyandu di Gedung Wisata Samuan Tiga Desa Bedulu Gianyar, Senin (15/4/2019).

Ketua TP. PKK, Surya Adnyani Mahayastra, mengatakan, kader posyandu harus pintar dan kreatif mengikuti perkembangan zaman. Harus pintar berinovasi dalam segala hal, dan mampu memanfaatkan teknologi yang kini berkembang kian pesat.

Kader posyandu adalah ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat, untuk itu para kader harus dibekali keterampilan yang cukup. Misalnya, saat ini spa bayi lagi diminati, kader posyandu juga wajib memiliki keterampilan tersebut.

Secara bertahap, sekitar 404 kader dari desa binaan tahun 2019-2020 dan kader posyandu dari desa lokus stunting di Kabupaten Gianyar ini juga diberi pelatihan pengolahan pangan untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan spa bayi.

“Tugas kader posyandu sangat berat. Saya ingin para kader ini bukan hanya sekadar kader yang tugasnya hanya mencatat, dan menimbang bayi di posyandu saja. Namun memiliki keterampilan lainnya. Kebetulan saya juga sebagai Kabid Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa di DPMD Gianyar. Jadi pelatihan kader posyandu ini memang program kami di DPMD,” ujar Surya Adnyani Mahayastra.

Ditambahkan Surya Adnyani Mahayastra, para kader agar memanfaatkan kesempatan pelatihan ini. Teknik memijat bayi juga sangat jarang didapat. Jadi jangan disia-siakan. Bahkan untuk ke depan akan diadakan lomba spa bayi bagi para kader posyandu.

Ini juga sekaligus sebagai follow up bagi para kader yang mengikuti pelatihan, sejauh mana serapan ilmu yang didapat selama mengikuti pelatihan.

“Saya juga sangat berharap, apa yang didapat selama pelatihan ini jangan diendapkan begitu saja. Namun harus dipraktikkan di posyandu wilayah masing-masing,” tegas Surya Adnyani Mahayastra.

Dengan mendatangkan pelatih profesional Herlovina dari Denpasar, para kader dilatih melakukan teknik pemijatan pada bayi usia 0 bulan hingga 3 tahun. Disamping itu para kader juga diajarkan tentang prosedur pemantauan tumbuh kembang bayi dan prosedur sebelum maupun sesudah pemijatan.

“Pelatihan ini diberikan bagaimana memberdayakan para kader posyandu agar memiliki keterampilan memijat bayi yang dapat diaplikasikan di posyandu,” pungkas Herlovina.

Lihat juga...