hut

Kasus DBD Meningkat, Balikpapan Belum Tetapkan KLB

Editor: Satmoko Budi Santoso

BALIKPAPAN – Jumlah kasus penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Balikpapan hingga minggu pertama April 2019 terus mengalami peningkatan.

Kasus ini mencapai 709 kasus dengan lima kematian yang tersebar di seluruh Kecamatan. Pada periode yang sama tahun 2018, jumlah kasus hanya mencapai 418 kasus dengan satu kematian.

Kendati jumlah kasus terus meningkat, namun Dinas Kesehatan Kota (DKK) belum menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB). Karena untuk dinyatakan KLB apabila jumlah kasus mencapai dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Balerina – Foto: Ferry Cahyanti

“Walaupun belum, jangan sampai terjadi KLB. Tahun ini kematian sudah lima, periode yang sama hanya satu kasus kematian. Kasus meninggal rata-rata terjadi pada anak berusia di bawah 7 tahun,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Balerina JPP, Senin (8/4/2019).

Sejumlah wilayah dengan kasus kematian antara lain di Kelurahan Karang Joang, Kelurahan Gunung Samarinda, Kelurahan Klandasan Ilir, Kelurahan Lamaru dan Kelurahan Muara Rapak. Sampai kini upaya yang tetap harus dilakukan dan dianggap efektif antara lain melakukan 3M.

“Kasus terbanyak terjadi di Kelurahan Damai, Balikpapan Selatan. Ada 300 kasus yang terjadi. Tapi seluruh kota Balikpapan merupakan endemis DBD, karena setiap tahun selalu ada kasus. Hanya saja terjadi perpindahan, kalau dahulu kebanyakan terjadi di kawasan Sepinggan, sekarang pindah ke Damai,” sebutnya.

Menurut Balerina, adanya perubahan kawasan kemungkinan terjadi karena perilaku hidup masyarakat yang sudah  berubah dan memahami DBD. Bagaimana penanganan dan penanggulangan kasus DBD.

“Masyarakat juga terus melakukan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) dan pemberian abate. Kami juga berharap inovasi kelambu air tetap dilakukan masyarakat. Kalau untuk fogging, ada aturannya. Mereka baru bisa mengajukan fogging setelah terjadi lebih dari 2 kasus DBD di kawasannya,” bebernya.

Untuk itu, apabila ada kasus DBD di daerahnya untuk segera melaporkan ke Puskesmas atau kelurahan setempat agar ditindaklanjuti dan diambil tindakan pencegahan.

“Jika ada yang melaporkan melakukan cek lapangan. Apa benar itu kasus DBD atau bukan, karena seringkali ada yang bilang DBD namun ternyata setelah dicek, bukan,” imbuhnya.

Lihat juga...