Kebutuhan Bawang Putih Kalteng Masih Bergantung Pada Impor

Bawang putih, ilustrasi -Dok: CDN

PALANGKA RAYA – Kalimantan Tengah hingga saat ini masih belum berhasil membudidayakan bawang putih.

Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya, sebagian besar harus didatangkan dari luar negeri atau impor. “Impor bawang putih masih harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan secara nasional, termasuk Kalteng,” kata Pelaksana Bidang Hortikultura Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kalteng, John Samson, Rabu (3/4/2019).

Selama ini, sebagian besar bawang putih diimpor dari Tiongkok. Upaya pengembangan bawang putih di berbagai daerah di Indonesia, sering mengalami kegagalan. Termasuk yang terjadi di Kalimantan Tengah.

Pemerintah daerah setempat, saat ini sudah menjalin kerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), untuk upaya pengembangan bawang putih. Namun, hingga saat ini belum ada varietas yang cocok untuk dibudidayakan. “Sejumlah faktor yang menentukan sukses tidaknya budi daya bawang putih, yakni struktur tanah, ketinggian daratan dari permukaan laut, suhu serta cuaca,” kata John.

Padahal, jika ditemukan varietas bawang putih yang cocok dikembangkan di Kalteng, pemerintah pusat siap memberikan dukungan. Pada pertemuan di tingkat nasional beberapa waktu lalu, telah disediakan anggaran untuk pengembangan bawang putih.

Adapun kebutuhan bawang putih di Kalimantan Tengah, rata-rata sekira dua ton per minggu. Kenaikan harga jual bawang putih, seringkali dipengaruhi biaya angkutan. Bawang putih di Kalimantan Tengah dipasok melalui Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Berdasarkan data Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalteng, di awal April 2019 terjadi kenaikan harga bawang merah dan bawang putih. Harga bawang merah saat ini rata-rata Rp36.400 per kilogram (kg), naik dari harga sebelumnya Rp32.750 per-kg, sedangkan harga bawang putih rata-rata Rp35.150 per-kg, naik dari harga sebelumnya Rp29.550 per-kg. (Ant)

Lihat juga...