hut

Kelola Sampah di NTB, Pemprov Gandeng Adupi

Editor: Satmoko Budi Santoso

MATARAM – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Provinsi Nusa Tenggara Barat, Madani Mukarom, mengatakan, untuk memaksimalkan pengelolaan sampah di NTB, terutama sampah plastik, Pemprov menjalin kerja sama dengan Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (Adupi).

“Produksi sampah di NTB dalam sehari sebanyak 3,5 juta kg. Dari jumlah produksi tersebut, baru 17 persen atau 600.000 kg yang dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sisanya, sebanyak 2,9 juta kg dibuang sembarangan” kata Madani di Mataram, Rabu (3/4/2019).

Karena itulah, Pemprov menjalin kerja sama dengan Adupi, supaya sampah-sampah yang dibuang sembarangan bisa dikelola dan didaur ulang menjadi barang bernilai ekonomi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Provinsi Nusa Tenggara Barat, Madani Mukarom – Foto: Turmuzi

Ia mengatakan, kalau dikalikan harga jual sampah plastik sebesar Rp2.000 – 2.500 per kg, maka dalam sebulan perputaran uang hasil penjualan sampah plastik sekitar Rp.40 miliar.

“Itu baru dari hasil pemilahan sampah plastik, belum lagi sampah organik yang dapat diolah menjadi pupuk kompos. Ia menyebutkan 60 persen produksi sampah di NTB merupakan sampah organik. Teknologi pengomposan kita akan dorong,” katanya.

Madani menjelaskan, hasil daur ulang sampah yang dilakukan Adupi banyak yang diekspor ke Eropa. Tak menutup kemungkinan, apabila nanti berdiri pabrik daur ulang sampah plastik, NTB akan mengekspor plastik daur ulang.

Dengan adanya nota kesepahaman ini, Adupi akan menampung dan membeli seluruh sampah plastik yang telah masuk ke bank sampah. Bahkan, kata Madani, Adupi juga berencana akan membangun pabrik daur ulang sampah plastik di NTB.

‘’Ke depannya, kalau potensi besar, kapasitasnya mungkin akan dibangun pabrik daur ulang di sini. Begitu bank sampah bergerak, makanya kita kerjasama dengan Adupi,’’ katanya.

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, sebelumnya mengatakan, tahun 2019 Pemprov mengalokasikan anggaran dalam APBD murni untuk membentuk 100 bank sampah di NTB.

Sebanyak 100 desa menjadi prioritas dan diberikan bantuan peralatan untuk pengangkutan sampah. Bank sampah induk diberikan bantuan sekitar Rp300 – 400 juta.

Pemprov menargetkan seluruh desa dan kelurahan mendirikan bank sampah sebagai salah satu upaya mewujudkan NTB Bebas Sampah 2023. Keberadaan bank sampah selain membuat lingkungan menjadi bersih juga mendatangkan keberkahan bagi masyarakat.

Lihat juga...