Keluarkan Abu Vulkanik, Kondisi Gunung Agung Tetap Aman

Editor: Mahadeva

206
Gunung Agung, ilustrasi -Dok: CDN

JAKARTA – Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali mengalami erupsi dengan kolom abu vulkanik setinggi 2.000 meter atau 5.142.meter di atas permukaan laut, Minggu (21/4/2019) pukul 03.21 WITA.

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya. Meskipun demikian kondisi Gunung Agung saat ini masih terpantau aman. “Pos Pengamatan Gunung Agung PVMBG merekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 25 mili meter dan durasi kurang lebih 2 menit 55 detik. Erupsi ini menyebabkan hujan abu vulkanik dengan intensitas tipis hingga tebal terjadi di beberapa tempat, seperti di Kabupaten Karangasem, Bangli dan Klungkung,” kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB di Jakarta, Minggu (21/4/2019).

Menurut Sutopo, sebaran abu vulkanik tergantung dari arah angin. Saat ini, hujan abu terjadi di wilayah Kabupaten Karangasem belanda Kecamatan Selat di antaranya; Bukit Galah, Sebun, Telung Bhuana, Badeg Tengah, Badeg Dukuh, Perang Sari, Geriana Kauh, Tegeh Amertha Bhuana, Pura Pasar Agung Sebudi, Br. Pura Sebudi.

Sementara, di Kecamatan Bebandem, wilayah yang mengalami antara lain Br. Nangka, Br. Bukit Paon, wilayah Br.Butus bagian atas, Br. Yeh Kori Jungutan, Desa Sibetan bagian atas. “Hingga saat ini tidak ada korban jiwa dan pengungsian, aktivitas masyarakat juga normal. Bahkan aktivitas car free day di lapangan Puputan Klungkung dan seputaran perempatan Agung berjalan normal,” tambahnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) disebut Sutopo, telah membagikan ribuan masker kepada masyarakat. Bandara Internasional IGK Ngurah Rai beraktivitas normal, tidak ada pengaruh dari erupsi Gunung Agung. Semua penerbangan berjalan normal dan Bali aman. “Status Gunung Agung juga tetap Siaga (level III). Masyarakat, pendaki dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas di dalam radius empat kilometer dari puncak kawah Gunung Agung di luar radius itu aman,” ungkapnya.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

Lebih jauh Sutopo mengatakan, sebagai gunung aktif, erupsi Gunung Agung adalah fenomena biasa. Tidak akan menjadi bencana jika masyarakat berada di radius aman. “Tidak perlu khawatir berlebihan, ikuti rekomendasi PVMBG untuk berada di radius aman.” tandasnya.

Sementara itu, kata Sutopo, Gunung Bromo di Jawa Timur juga masih mengalami erupsi. Hampir setiap hari, erupsi mengeluarkan abu vulkanik dari kawah Gunung Bromo. Suara gemuruh, tremor menerus dan belum ada tanda-tanda aktivitas menurun. “Status tetap Waspada (level II) dengan zona berbahaya adalah di dalam radius satu kilometer dari puncak kawah. Masyarakat, pendaki dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas di dalam radius satu kilometer. Di luar itu aman dan aktivitas Bandara Abdulrachman Saleh, Malang berjalan normal,” sebutnya.

Pariwisata di kawasan Gunung Bromo aman, dan pengunjung dihimbau memakai masker dan kacamata untuk mengantisipasi terpaan hujan abu vulkanik. “Begitu juga dengan aktivitas Gunung Merapi, guguran lava pijar berlangsung hampir setiap hari. Berdasarkan pengamatan BPPTKG pada 21 April 2019 pukul 00:00-06:00 WIB, teramati guguran lava pijar 4 kali jarak luncur 250-1.000 meter arah hulu Kali Gendol,” jelasnya.

Status Gunung Merapi tetap Waspada (level II). Area dalam radius tiga  kilometer dari puncak Gunung Merapi agar tidak ada aktivitas manusia. Masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa di luar radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi. Aktivitas masyarakat berjalan normal, termasuk pariwisata di sekitar Gunung Merapi.

“Masyarakat dihimbau tetap tenang saat mendengar informasi gunung meletus. Tidak perlu panik, itu fenomena yang alami gunungapi meletus. Yang penting masyarakat tetap berada di area aman sesuai rekomendasi PVMBG. Jangan justru mendekati kawah untuk mendokumentasi aktivitas vulkanik di kawah. Itu berbahaya. Karena kita harus hidup harmoni dengan erupsi gunungapi,” pungkasnya.

Lihat juga...