Kembangkan Pariwisata, Parigi Moutong Libatkan Desa

Bupati Parigi Moutong, Sulawesi Tengah Samsurizal Tombolotutu berpose bersama pejabat daerah peserta Festival Pesona Teluk Tomini 2019 di Parigi (Foto : Ant)

PARIGI – Desa di Parigi Moutong dilibatkan dalam upaya mengembangkan sektor pariwisata di daerah tersebut.

Hal itu menjadi bagian dari keinginan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. “Desa memiliki beragam potensi wisata yang menarik dikunjungi, namun hal itu belum terkelola dengan baik,” kata Bupati Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Samsurizal Tombolotutu, Minggu (21/4/2019).

Parigi Moutong memiliki berbagai destinasi wisata mulai dari wisata bahari, wisata alam, wisata kuliner hingga seni dan budaya yang menarik untuk dikunjungi. Bupati menyebut, destinasi yang sering dikunjungi wisatawan nusantara maupun mancanegara yakni objek wisata bahari. Utamanya yang terletak di berbagai lokasi seperti Pantai kucing dan Pantai Kayubura.

“Wisata bawah laut kita tidak kalah menarik dengan daerah lain, sehingga kami sebagai pemerintah wajib menjaga dan melestarikan terumbu karang dan biota laut lainnya agar ekosistem laut semakin baik,” katanya.

Pelibatan desa dalam mengembangkan sektor pariwisata di daerah itu, merupakan kebijakan strategis, karena desa memiliki potensi-potensi wisata. Hal itu sejalan dengan rencana pembangunan kawasan pedesaan di kabupaten tersebut yang dilakukan oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes-PDT).

“Para Kepala Desa saat ini sedang studi banding ke Yogyakarta dan Jawa Timur, disana mereka belajar bagaimana mengelola sektor pariwisata untuk dikembangkan di desa mereka masing-masing, ” tambahnya.

Menurut bupati, pembangunan kawasan pedesaan sangat strategis, karena akan mempercepat dan meningkatkan kualitas pelayanan pembangunan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat desa. Guna memajukan industri pariwisata daerah, promosi wisata perlu dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan kepariwisataan yang bertajuk Festival Teluk Tomini (FTT) 2019 yang berlangsung 19-23 April.

“Kami ingin dari kegiatan ini bisa memberikan dampak terhadap tingkat kunjungan wisata di Parigi Moutong, karena kegiatan kepariwisataan ini sudah masuk dalam kalender nasional kegiatan pariwista oleh Kementerian Pariwisata,” tuturnya.

Meski begitu, hal yang paling penting dalam pengembangan sektor pariwisata yakni 3A (atraksi, amenitas dan aksesibilitas) menjadi kunci kesuksesan pariwisata. “Pembangunan pariwisata membutuhkan proses panjang sehingga terus berkelanjutan, ” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...