Keris Lima Lekuk Api, Simbol Pemersatu Budaya Bangsa

Editor: Mahadeva

JAKARTA – Sebuah Keris berukir lima kutup api dan 34 lingkaran mewarnai gelaran tari, Satu Arah, yang ditampilkan ratusan penari gabungan Diklat Seni Anjungan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), di Plaza Tugu Api Pancasila, Sabtu (20/4/2019) sore.  

Keris berukir penuh makna itu, dipersembahkan Ketua Forum Komunikasi Anjungan Daearh (FOKAD) TMII, Samad Widodo, kepada Direktur Utama TMII, Tanribali Lamo.  “Keris ini sengaja ini dibuat, ada makna tersendiri. Yakni,  diatas keris ini adalah lima lekuk api melambangkan Pancasila dan ada lingkaran ada 34.  Ini menunjukkan 34 provinsi yang ada di TMII,” kata Samad kepada Cendana News.

Menurutnya, keris merupakan warisan adi luhung bangsa yang harus dilestarikan. Pada puncak HUT ke-44 TMII, keris penuh makna itu sebagai awal dari kebangkitan diklat-diklat seni anjungan daerah yang ada di TMII.

Jadi jelasnya, keris ini simbol keterikatan antara anjungan daerah dan manajemen TMII, dalam upaya mempersatukan semua budaya yang ada di Indonesia “Keris ini menunjukkan Direktur TMII, Pak Tanribali Lamo, mempunyai kewajiban untuk memberikan perhatian penuh kepada seniman dan seniwati yang ada di anjungan TMII untuk menjadi kesatuan yanh utuh demi negara Indonesia,” tukas Kepala Anjungan Jawa Timur, tersebut.

Ketua FOKAD TMII, Samad Widodo memberikan keris kepada Direktur Utama TMII, Tanribali Lamo pada gelaran tari Satu Arah di Plaza Tugu Api Pancasila TMII, Jakarta, Sabtu (20/4/2019) sore. Foto: Sri Sugiarti

Samad berharap kedepannya, ketika ada pergantian pimpinan TMII, agar keris ini diserahkan secara estafet. “Kami mohon keris ini diestafetkan pada pimpinan yang baru,” ujarnya.

Tanribali mengucapkan terima kasih atas pemberian keris tersebut, sebagai simbol pemersatu budaya bangsa. Sebagai nahkoda TMII, Tanri berupaya dengan segenap jiwa mensinergikan managemen TMII dalam suatu keterikatan yang kuat dengan anjungan daerah.  “Seperti hari ini, kita melaksanakan tarian Satu Arah garapan Forum Seni Diklat (FORSENI) TMII. Ini sinergi gabungan diklat seni anjungan daerah yang ada di TMII,” kata Tanri.

Kegiatan ini akan digelar setiap tahun, sebagai bentuk pelestarian dan pengembangan seni budaya bangsa Indonesia. Dengan kegiatan ini pula, secara langsung memberikan edukasi seni kepada masyarakat yang rekreasi ke TMII.

Lihat juga...