hut

Ketua Agupena Flotim: Generasi Milenial Jangan Termakan Kecanggihan Teknologi

Editor: Satmoko Budi Santoso

LARANTUKA – Ketua Agupena Flores Timur (Flotim) meminta agar generasi muda atau generasi milenial harus menggunakan kecanggihan teknologi di era digital untuk sesuatu yang positif. Jangan mempergunakan teknologi komunikasi untuk hal-hal yang negatif.

Perubahan memang harus dimulai, dan orang muda menjadi ikon perubahan itu sendiri. Untuk itu generasi muda jangan sampai gagap terhadap kemajuan teknologi dan terus melakukan kegiatan-kegiatan kreatif.

“Dari sisi positif, kemajuan teknologi menawarkan kemudahan. Semua serba cepat, mudah, langsung, instan dan gampang,“ kata Maksimus Masan Kian, Ketua Agupena cabang Kabupaten Flores Timur, Senin (1/4/2019).

Ketua Agupena cabang Kabupaten Flores Timur, Maksimus Masan Kian. Foto: Ebed de Rosary

Saat berbicara di komunitas orang muda Benteng Daud di desa Watoone, kecamatan Witihama, Maksi jelaskan,tantangan teknologi internet juga tidak kecil. Orang bisa kecanduan, munculnya sikap provokatif, hoaks, kompetisi yang tidak sehat, akses pornografi terbuka, kurangnya sifat sosial, perjudian, penipuan, konflik horisontal, dan lainnya.

“Teman-teman Orang Muda di Komunitas Benteng Daud Watoone telah memulai perubahan itu. Perubahan dari kampung. Artinya, secara tidak langsung telah membentuk mindset orang muda untuk melakukan kegiatan-kegiatan kreatif,” tuturnya.

Mindset, kata Maksi, berasal dari dua kata yaitu mind yang artinya sumber pikiran, memori, sementara set yang berarti mendahulukan kemampuan dalam suatu kegiatan. Mindset berarti kepercayaan atau cara atau pola berpikir yang mempengaruhi perilaku dan sikap seseorang.

“Data dari Asosisasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2018 dari 265 juta penduduk Indonesia, 142 juta adalah pengguna internet. Dan 66 persen pengguna dalam klasifikasi umur di bawah 35 tahun,” paparnya.

Maksi mengatakan, generasi milenial tidak boleh kalah atau termakan dengan kecanggihan di era digital, tetapi dapat memanfaatkan secara positif. Kalah dengan teknologi maka peluang kerja terasa sempit.

“Sebaliknya, bila menggunakan teknologi secara produktif dan positif, akan mendukung orang muda dalam meraih kesuksesan, mengeksiskan karir, karya dan mendatangkan keuntungan,” sebutnya.

Ia juga berpesan untuk menggunakan media sosial secara cerdas yang bisa mendatangkan keuntungan dan kesejahteraan. Banyak orang sukses di era digital karena mengusai market place atau pasar modern dunia maya, menggunakan media sosial secara cerdas, ponsel pintar, website, youtube, dan lainnya.

Komunitas Benteng Daud Watoone adalah sebuah komunitas orang muda yang berpikir positif dan bertindak cerdas dalam menyikapi fenomena perkembangan dunia informasi teknologi saat ini.

Emanuel Sanga Lile, ketua komunitas pemuda Benteng Daud menyampaikan bahwa orang muda di era milenial mesti mendapat pendampingan dan arahan untuk memilih dan merawat pikiran positif.

“Salah satu cara merawat pikiran positif adalah meleburkan diri dalam komunitas. Sebab dalam komunitas, orang muda bisa saling berbagi pengalaman, berdiskusi dan melakukan pekerjaan yang positif,” katanya.

Eman sapaannya menuturkan, kegiatan-kegiatan kreatif yang selama ini sudah mereka jalankan, awalnya bekerja bersama mencari dana. Anggota komunitas mengumpulkan pasir, batu, kayu dan lain-lain. Ini dilakukan, untuk mendapatkan dana yang bisa membantu anggaran konsumsi pada kegiatan yang dilaksanakan.

“Dari kebersamaan itu, kami melakukan lomba kebersihan, membuat film dokumenter seputar kehidupan sosial yang kami alami serta memberikan pelatihan kepemimpinan untuk orang muda,” terangnya.

Untuk itu sebut Eman, pihaknya mengundang Agupena Flotim untuk berbagi bersama seputar bagaimana membentuk mindset generasi milenial di era digital. Semua ini dilakukan untuk membentuk mental dan karakter anak muda ke arah yang lebih baik.

Lihat juga...