Kopsia, Si Cantik yang Jarang Dikenal

Editor: Satmoko Budi Santoso

285

BOGOR – Kopsia atau Kopsia fruticosa merupakan salah satu tanaman hias yang mampu berbunga sepanjang tahun.

Bunga yang masuk ke dalam golongan tanaman perdu ini merupakan tanaman asli kawasan Asia. Tapi sayangnya, masih jarang dikenal oleh masyarakat.

Staf Agro Taman Buah Mekarsari, Sodikin, menjelaskan, tanaman ini dapat ditemukan di semua wilayah Asia Tenggara hingga India. Dikenal dengan nama Pink Kopsia atau Shrub Vinca.

“Bunga ini masuk dalam suku Apocynaceae. Modelnya semak berkayu dengan kulit batang yang kadang berambut. Warna rambutnya agak keabu-abuan,” kata Sodikin di Area Nursery Taman Buah Mekarsari, Selasa (9/4/2019).

Bentuk daunnya panjang dengan tulang daun yang jelas dan warnanya hijau pucat. Panjangnya mampu mencapai 10-23 cm dan lebar 2-7 cm.

“Warna kelopak mahkota bunganya merah jambu dengan bias putih. Sementara di pangkalnya berwarna merah tua. Panjang bunga bisa mencapai 5 cm, bergerombol dan memiliki buah yang berwarna merah yang dilapisi bulu halus,” papar Sodikin.

Walau tanaman kopsia ini termasuk lambat pertumbuhannya, yaitu sekitar 10 cm per tahun, tapi mampu mencapai ketinggian 4 meter.

“Kopsia ini bagus ditanam di tanah yang lembab maupun tanah kering. Sebaiknya tidak langsung terkena sinar matahari. Tidak rewel dan tidak perlu sering dilakukan pemangkasan. Jadi bagus sebagai alternatif tanaman hias bagi masyarakat yang sibuk,” tambah Sodikin.

Pengembangbiakan kopsia dapat dilakukan secara generatif maupun vegetatif.

“Bisa pakai bijinya. Bisa juga menggunakan cara stek batang atau cangkok,” kata Sodikin.

Seperti halnya tanaman dalam suku Apocynaceae lainnya, kopsia juga memiliki manfaat. Beberapa literatur menyebutkan kopsia memiliki manfaat untuk mengobati malaria dan kanker.

“Kalau yang pernah saya baca, daunnya bisa digunakan sebagai pestisida. Tapi memang di Mekarsari sendiri belum dilakukan penelitian lebih dalam terkait manfaatnya,” pungkas Sodikin.

Lihat juga...